SUARANTT.COM,- Bulan Agustus menjadi bulan yang penuh refleksi sebab bulan kemerdekaan dirayakan oleh semua unsur pemerintahan pusat maupun daerah. Dengan menghabiskan biaya yang cukup banyak namun masih ada kondisi sosial yang memprihatinkan.
Asten Bait salah satu pemuda Fatuleu meminta Pemerintah jangan hanya Menerima kewajiban, tetapi perhatikan hak masyarakat Kecil.
Dikatakan Asten Bait bahwa bulan Agustus itu dikenang sebagai hari kemerdekaan atau kemenangan diatas penderitaan rakyat kecil dengan penuh tangisan dan harapan akan adanya perhatian pemerintah sebagai pemenuhan hak masyarakat kecil yang telah memenuhi kewajibannya.
Masyarakat telah memenuhi kewajibannya kepada negara dengan menaati seluruh kewajiban sebagai warga negara seperti membayar pajak tetapi justru haknya diabaikan oleh Negara (Pemerintah)
Di momentum menyambut hari Raya kemerdekaan Republik Indonesia Asten Bait menantang pemerintah agar bisa menyelesaikan persoalan rakyat.
“Saya selaku anak muda, Menantang Pemerintah Daerah kabupaten Kupang mampu tidak selesaikan persoalan masyarakat kecil,” Ujar Asten kepada media ini Minggu (10/8/2025).
Menurutnya Infrastruktur adalah bagian dari tubuh masyarakat kampung yang jika tidak diperhatikan maka itu sebenarnya membunuh masyarakat kecil itu sendiri, sehingga pemerintah daerah kabupaten Kupang untuk fokus dalam memperhatikan infrastruktur jalan yang kini masi menjadi pergumulan masyarakat kecil di desa.
Asten Bait juga mengungkap fakta seperti kondisi jalan penghubung Desa Ekateta dan Desa Kiuoni kecamatan Fatuleu yang sejauh ini menjadi pergumulan masyarakat kecil setempat yang belum pernah ada perhatian dari pemerintah daerah kabupaten
“Bicara soal kehidupan masyarakat kedua Desa tersebut, saya lahir besar di disana dan saya tau keadaan di pedesaan yang dimana penghasilan kedua Desa tersebut ialah kacang tanah yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat, kemudian ubi kayu, asam dan juga beberapa penghasilan lainya maka infrastruktur jalan harus diperhatikan agar akses masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup bisa berjalan baik,”jelasnya.
Asten menyebut yang menjadi kendala masyarakat di Desa Ekateta dan juga kiuoni adalah jalan yang juga sampai saat ini belum tersentuh oleh pemerintah daerah kabupaten Kupang.
Selain itu Asten Bait selaku ketua Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF) juga menyoroti beberapa wilayah yang kondisi infrastruktur belum memadai untuk di perhatikan oleh pemerintah kabupaten kupang sebagai bentuk kecintaan pemerintah terhadap warga negara.
“Saya juga menyoroti beberapa tempat seperti Desa Nonbaun dan Desa Passi kecamatan Fatuleu Tengah, Desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat, Desa Oemolo kecamatan Amabi Oefeto timur, Desa Tanini kecamatan Takari dan juga beberapa titik jalan di daratan Amfoang,” bebernya.
“Saya titipkan beberapa jalan ini kepada pemerintah daerah kabupaten Kupang untuk fokus dalam memperhatikan infrastruktur jalan di kabupaten Kupang, karna bagi saya jika pemerintah membangun jalan maka, tanpa disadari pemerintah membangun perekonomian, pendidikan dan juga membangun kehidupan di pedesaan,”tambahnya.
Semoga pemerintah daerah kabupaten Kupang jangan diam akan pergumulan masyarakat kecil di desa, karena jika pemerintah daerah tidak memperhatikan infrastruktur maka sesungguhnya pemerintah tidak peduli akan kehidupan, seperti pertumbuhan perekonomian, pendidikan masyarakat kecil.
Asten Bait menegaskan, perlu ada refleksi di momentum hari kemerdekaan, harusnya pemerintah memberi sebuah makna, bahwa kondisi masyarakat hari ini sudah merdeka atau masih tertindas dengan kondisi sosial.







