Klarifikasi: Harun Atabuna, Bantah Keras Tudingan Pencemaran Nama Baik

Berita897 Dilihat

SUARANTT.COM,-Oknum Bendahara Desa Harun Atabuna yang sebelumnya di beritakan diduga mencemarkan nama baik Rayon III, membantah Keras bahwa tudingan itu bukan ditujukan kepada rayon III namun kepada oknum di rayon III yang diduga mencuri Ayam. Sehingga yang harusnya merasa tersinggung atau dicemarkan nama baik adalah oknum di Rayon III.

Harun Atabuna, saat ditemui media ini, Kamis 17 Juli 2025, mengatakan apa yang dikatakan adalah fakta sebab ayam miliknya hilang dan yang mengambil adalah anggota rayon III.

Menurutnya tujuan dari ungkapan tersebut mengarah pada oknum, bukan rayon III sehingga pimpinan rayon III harusnya tidak perlu tersinggung.

Dikatakan Harun Atabuna pimpinan Rayon III harusnya panggil semua dan bertanya kepada anggota Rayon III, tentang siapa yang mengambil Ayam miliknya, hingga persoalan ini menyeret nama organisasi rayon III.

“Saat itu saya punya Istri cari saya punya anak turun, dan pas bapak dengan mama (Oknum yang diduga Curi Ayam) kan sudah baku ribut dirumah baru ada turun latihan menyanyi, jadi ada buang bahasa itu tujuannya ke bapak dengan mama tapi keluarga tersinggung,” tuturnya.

Harun Atabuna juga mempertanyakan, apa alasan rayon III merasa tersinggung, harusnya sebagai pimpinan rayon mencari tahu siapa oknum yang mencuri ayam tersebut.

“Kamu (Rayon III) tersinggung, kamu ada sentimen apa jadi. Kamu baku tanya to, ini bahasa ini kira-kira ditujukan kepada siapa. Dorang (Rayon III) punya penekanan itu sebut Oknum, sekarang begini apakah, saya ada sebut kamu punya nama jadi kamu yang lapor, saya ada sebut, bapak Yoel yang Curi, atau sebut bapak Daud yang curi atau bapak Osias, kalau bilang rayon na kamu dalam royon baku tanya to,”ujarnya tegas.

Dijelaskan lebih jauh oleh Harun Atabuna bahwa pihak royon III salah memaknai atau menafsirkan kalimat yang diucapkan oleh istrinya. Walaupun saat itu tidak menyebut nama oknum melainkan nama rayon III namun oknum yang diduga mencuri ayam tersebut ada diantara anggota rayon III yang baru selesai latihan lagu dan sementara berjalan menuju rumah masing-masing.

Harun Atabuna juga membantah beberapa keterangan yang diduga tidak sesuai dengan fakta saat pemerintah desa melakukan mediasi , yakni pernyataan yang disampaikan oleh Istrinya Hagar Atabuna “Kamu orang rayon III berdiri didepan menyanyi sama ke artis dan malaikat tapi tukang pencuri semua”.

Harun Atabuna menjelaskan, Kata artis itu tidak ada namun yang ada itu kata Malaikat, seperti laporan Rayon III dalam surat yang di berikan kepada pemerintah Desa.

Selain itu, Harun Atabuna juga membantah, soal keterangan bahwa Istrinya menghampiri saat Ibu-Ibu dari rayon III sedang latihan lagu, faktanya pada tanggal 29 Mei 2025 Ibu-Ibu Rayon III sudah selesai latihan dan sementara pulang menuju rumah masing-masing, barulah keributan itu terjadi namun tidak ada satupun dari Ibu-Ibu Rayon III yang menanggapi, sebab tujuan pembicaraan mengarah pada Oknum di rayon III yang diduga mencuri Ayam.

Warga Rayon III sementara mempersiapkan diri untuk ke Gereja karena lonceng gereja sudah berbunyi. Sehingga tidak ada keributan di pagi hari.

Setelah keluar gereja sekitar pukul 11:00 Wita barulah keributan kembali terjadi namun bukan dirinya yang memulai melainkan dari orang tua dan ibu-ibu di Rayon III.

Harun Atabuna juga mengatakan, terkait dengan ayamnya yang hilang atau dicuri telah di ambil kembali sehingga tidak akan mempersoalkan itu, apalagi melaporkan ke pihak kepolisian.

“Saya tidak lapor, karena saya punya ayam su ambil kembali, dan itu fakta,” Kata Harun Atabuna.

Terkait pengaduan terhadap dirinya di kepolisian, Harun Atabuna mengatakan jika terbukti secara sah dan meyakinkan dia siap bertanggungjawab, namun jika tidak terbukti maka dirinya akan melakukan upaya hukum, untuk menuntut keadilan atas pencemaran nama baik.

Sementara soal penghinaan terhadap rumah warga, Harun Atabuna juga membantah bahwa dirinya tidak perna membandingkan rumahnya dengan rumah milik orang lain, apalagi mengatakan rumah milik orang lain seperti kandang Kambing.

“Saya tidak perna mengatakan bapak Osias punya rumah kandang kambing, jadi itu bahasa semua tidak benar, mereka karang-karang bahasa, kalau saya omong begitu Tuhan Allah cabut saya pu lidah,” ucap Harun dengan narasi sumpah.

Untuk diketahui, sementara ini pengaduan dari pimpinan rayon III terhadap Harun Atabuna dan Istrinya Hagar Atama yang diduga mencemarkan nama baik atau Fitnahan sudah ada di meja Kapolres Alor untuk menunggu persetujuan tindak lanjut dari kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *