Dugaan Penipuan, Oleh Maximus Nahak, Pengusaha Porang Asal Malang Rugi Ratusan Juta

Berita795 Dilihat

SUARANTT.COM,-Pangeran catur purnomo biasa dipanggil Panca sebagai pengusaha asal malang, menjadi korban penipuan dalam transaksi pembelian umbi porang sebanyak 10 ton dengan terlapor Maximus Nahak Klau asal atambua dan tinggal di Busalangga (alias Bang Max). Transaksi dimulai pada 29 Juni 2025 dengan pembayaran awal sebesar Rp10.000.000, disusul dengan tambahan pembayaran hingga total keseluruhan mencapai Rp68.775.000, berdasarkan kesepakatan dalam MoU bahwa seluruh pengiriman porang akan dipenuhi paling lambat tanggal 6 Juli 2025.

Namun, sampai batas waktu tersebut, pengiriman tidak dilakukan. Terlapor justru berulang kali mengubah janji, menyatakan barang sudah jalan, lalu meminta dana tambahan Rp20.000.000. Pada akhirnya hanya sekitar 1 ton barang yang dikirim, dan setelah di cek, ternyata bukan porang, melainkan walur-jenis tanaman berbeda dan tidak sesuai permintaan.

“Ini membuktikan bahwa saya telah ditipu bukan hanya dalam hal uang, tetapi juga barang dan informasi. Janji-janji terus berganti, bukti pengeluaran tidak pernah ditunjukkan, dan komunikasi dengan terlapor kemudian terputus sama sekali.

Akibat kasus ini, saya mengalami kerugian bukan hanya secara finansial, tetapi juga waktu, tenaga, dan kehilangan kepercayaan bisnis. Saya harus membatalkan sejumlah perjalanan kerja dan rencana usaha, serta menanggung biaya logistik yang sia-sia.

Panca berharap semua orang memiliki komitmen dan kejujuran dalam berbisnis karena menyangkut nama baik keluarga, ras, suku, dan agama.

Panca mengatakan ketika nama baik kita jaga, maka trust atau kepercayaan seseorang akan bisa melekat ke semuanya.

“Saya sudah tidak lagi berharap uang itu dikembalikan, karena secara moral saya anggap ini sebagai pelajaran hidup. Namun saya tetap berharap agar pihak kepolisian menyelesaikan kasus ini secara profesional dan transparan, agar tidak ada lagi korban berikutnya yang tertipu oleh pelaku yang sama,”tambahnya.

“Saya di sini sudah tidak berharap uang dikembalikan, cukup saya buat pelajaran. Tetapi saya berharap pihak kepolisian menyelesaikan kasus ini dengan transparan agar tidak ada korban lagi.” tutur Panca

Sampai berita ini diterbitkan, terduga pelaku penipuan yakni Maximus Nahak belum merespon konfirmasi media ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *