SUARANTT.COM,-Rombongan Asia Young People for Action (AYA) Wilayah Kupang, yang dipimpin oleh Koordinator Isu Lingkungan, Muhammad Satriadin, melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang pada Jumat, 18 Juli 2025.
Pertemuan ini menandai langkah awal kolaborasi strategis antara pemuda dan pemerintah daerah dalam menanggulangi dampak perubahan iklim, khususnya isu sampah di ibu kota Nusa Tenggara Timur (NTT).
AYA, sebuah wadah orang muda Asia dari Kamboja, Laos, Myanmar, Indonesia, Thailand, dan Filipina, berfokus pada aksi kolektif terkait perdamaian dan pemberdayaan pemuda. Di Indonesia, AYA aktif di Kupang, Aceh, dan Yogyakarta, dengan prioritas pada keadilan iklim dan kesetaraan akses pendidikan berkualitas.
Muhammad Satriadin dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmen AYA untuk menjadi agen perubahan positif di bidang lingkungan.
Sebelum audiensi, AYA telah berdiskusi intensif dengan berbagai organisasi jaringan di Kupang, termasuk KOMPAK, YKPI NTT, WALHI NTT, GARAMIN NTT, DDV NTT, PKBI NTT, WCDI NTT, GLI Wilayah NTT, Komunitas Hijau Daun, Tenggara Youth Community, GMKI Cabang Kupang, HMI Cabang Kupang, dan Komunitas Hanaf.
“Bersama beberapa jejaring ini, kami sebagai kaum muda ingin membantu mengurangi dampak dari perubahan iklim di Kota Kupang,” ujar Satriadin, saat audiensi berlangsung di ruang kerja Kabag Umum, Kantor Wali Kota Kupang.
Diskusi tersebut, lanjutnya, berfokus pada dampak nyata perubahan iklim di Kota Kupang, yang memicu semangat kolektif untuk berkontribusi.
Dalam audiensi, AYA menyampaikan beberapa program dan inisiatif yang telah dan akan mereka jalankan, khususnya yang berkaitan dengan edukasi lingkungan dan aksi bersih di beberapa area publik. Upaya ini merupakan wujud nyata kepedulian AYA dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Melalui audiensi ini, kami berharap dapat berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kota Kupang melalui DLHK guna memperkuat setiap program dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” tambah Satriadin, menunjukkan keinginan kuat untuk kolaborasi berkelanjutan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kota Kupang, Hijayas Uthan Mode, menyambut baik kehadiran AYA dengan apresiasi dan harapan besar. Ia secara terbuka mengakui keterbatasan pemerintah, terutama terkait isu perubahan iklim dan penanganan sampah.
“Tentu pemerintah punya keterbatasan akan sumber daya terutama terkait isu perubahan iklim, dan lebih spesifik terkait penanganan sampah,” kata Hijayas.
Ia menjelaskan bahwa Kota Kupang, dengan 51 kelurahan, saat ini hanya mengandalkan sekitar 27 truk sampah untuk operasional, jumlah yang jauh dari memadai.
“Oleh karena itu, kehadiran komunitas anak-anak muda seperti hari ini akan sangat menolong pemerintah untuk mengatasi, setidak-tidaknya mengurangi persoalan berkaitan dengan penanganan sampah di Kota Kupang,” imbuhnya.
Hijayas menyambut baik harapan-harapan yang disampaikan oleh para pemuda AYA. Ia juga menekankan pentingnya aksi nyata di lapangan sebagai tindak lanjut dari diskusi.
“Untuk itu apa yang didiskusikan tadi dapat ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan yang dapat berdampak dan dirasakan secara langsung,” harapnya.
Hijayas juga menyampaikan terima kasih atas kesadaran komunitas-komunitas anak muda dalam melihat persoalan yang selama ini menjadi “PR” besar bagi pemerintah.
Oleh karena itu, DLHK Kota Kupang sangat membutuhkan dukungan, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat untuk terlibat langsung melalui pemilahan sampah mulai dari hulu, yakni rumah tangga.
“Setiap orang yang memproduksi sampah, baiklah dia bertanggung jawab untuk mengelola sampah yang diproduksi agar tidak semua sampah sampai di TPA,” pungkas Hijayas, menekankan pentingnya peran individu dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.







