Tatanan Baru Penguasa Politik Dan Hukum

Kupang-suaraNTT.com,-Indonesia hari ini mengalami evolusi situasi konstruksi baru dalam kehidupan hukum,berbangsa Dan bernegara. stelah pengakuan Akan kemenangan pilpees 2024 bendera merah sudah banyak yang pudar Dan berganti warna menjadi putih, situasi yang abstrak ini menyebabkan banyak perubahan, banyak dilema. mungkinkah bayangan Akan timbulnya banyak problem akan berangsur-angsur menjadi nyata ataukah sebaliknya bahwa hal baru yang lebih baik akan ada.

Adakah kekecewaan yang terpendam dan kecemasan yang terkubur ataukah ada harapan baru yang lahir dari optimisme yang absurd.

Berjabat tangan dan bercengkram ria memungkinkan Sirkulasi yang terjadi pada bangsa ini ke depan semakin ambigu dan membias membuat hampir banyak kalangan dan golongan membuta dan membisu. Hal ini sudah pernah terjadi dan apakah keberlanjutannya Akan sama atau Ada hal yang berbeda nantinya.

Prinsip independensi dan imparialitas dengan keadilan dalam pelaksanaan tugas, serta menjamin hukum yang adil dan tepat sejalan dengan moralitas masyarakat sipil dan positivisme hukum, hari ini melemah saat awal ring di buka, hukum hari ini dan esok nanti mau di kemanakan nasib juga arahnya.

Tempat palig gelap di neraka disediakan bagi mereka yang tetap netral saat krisis moral-Dante Alinghieri. BERGERAK atau TERJEBAK merupakan pertanyaan akar yang mengakar dalam nurani,naluri juga nalar sehingga Menentukan sikap adalah pilihan, pilihan adalah martabat,martabat adalah kepastian individu sebagai status eksistensi human digniti.

Pendalilan untuk bersama-sama membangun bangsa suda menjadi bahasa yang Dubiety di teligah masyarakat berakal. mencari solusi Dan memperbaiki keadaan untuk Indonesia lebih baik ke depan suda menjadi intuisi yang mungkin adalah suara diplomat yang bunyinya sudah usang.

Eksistensi Keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum harus berjalan dengan lurus di negara ini sehingga tidak Ada lagi yang boleh secara tida etis dan dengan cara-cara yang lain membatalkan ketiga prinsip ini, pecederaan dan pembatalan terhadap hukum Dan demokrasi merupakan sebuah penghianatan kepada negara, kepada pejuang pendiri bangsa,kepada etika,moril, Dan akal pikir juga yang paling penting kepada seluruh rakyat Indonesia.

Kita kawal bersama pembaruan yang muncul dengan semua hal komplit yang Ada di dalam dan beriringan ini. Sadar Dan melek Akan hal baik Dan benar, Akan hukum Dan politik harus tetap disuarakan agar hukum,politik Dan bangsa ini selamat Dan terselenggara dengan baik untuk seluruh rakyat indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *