Plt Kepsek SMPN 1 Kupang Tengah, Oning Taniu Pastikan BOS Transparan

Kupang-suaraNTT.com,-Jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah (kepsek) SMP Negeri 1 Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT akhirnya terisi pasca pensiunnya Fredrik Nama pada 1 Juni 2024.

Oning Fredi Taniu,S.Pd, guru SMP Negeri 6 Kupang akhirnya mengisi, jabatan Plt. Kepsek tersebut berdasarkan surat perintah penjabat bupati (PJ) bupati Kupang, Alexon Lumba bernomor :879/20/BKPSDM.KAB.KPG/2024 tertanggal 11 Juni 2024.

Jabatan Plt kepsek SMP Negeri 1 Kuteng tersebut serahterima pada Kamis (27/6) pagi dari Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kupang, Eliaser Teuf kepada Oning Taniu di sekolah tersebut yang disaksikan sejumlah pejabat dinas, guru-guru dan komite sekolah tersebut.

Sebelumnya sekitar seminggu kadis Eliaser menunjuk Elrita Miha Balo sebagai pelaksana harian (plh) kepsek.

Saat diwawancarai usai serahterima jabatan, Oning Taniu mengatakan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara transparan menjadi salah satu komitmennya sebagai plt kepsek. “Ini adalah sekolah dengan jumlah dana bos terbesar karena siswanya banyak. Dana BOS harus dikelola secara transparan dengan melibatkan semua unsur, guru maupun komite,”katanya.

Pengelolaan dana BOS secara transparan tersebut kata Oning bukan hal baru karena sebelumnya saat menjabat kepsek di SMP Negeri 1 Amabi Oefeto Timur dan SMP Negeri 1 Taebenu hal tersebut sudah dilakukan. “Saat rapat susun rencana dana bos saya libatkan guru dan komite, kita bahas bersama apa yang dikonsepkan, mereka dikasih ruang untuk kasih masukan koreksi dan lain-lain sebelum diputuskan,”katanya.

Selain itu, pembenahan lingkungan sekolah juga menjadi salah satu komitmennya disamping bina hubungan baik antar guru, komite dan instansi terkait.

Ia melihat pagar keliling SMP Negeri 1 Kuteng adalah salah satu hal yang perlu ditata kaitannya dengan penataan lingkungan sekolah. “Kita bisa lihat di depan pagarnya seperti apa, kita macam dalam penjara.

“Kalau begini kesannya kita menutup akses dari luar, sebagai sekolah rujukan ini perlu dibenahi agar kesennya kita tidak menutup diri untuk akses masyarakat, ini salah satu kesan soal transparan itu,” katanya.

Sumber : Lintas NTT.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *