Guru di Amfoang Gelar Diskusi Pakai poster Buat Siswa Aktif

Kupang-suaraNTT.com,-Pada pertengahan Oktober 2023 bulan lalu, Ivoni Marpeda Alunat, S.Pd., guru mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) di SMPN 1 Amfoang Utara, Kelurahan Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara mencoba menerapkan hal baru dalam pembelajaran mengenai ‘Norma dan Aturan’ bersama sejumlah anak didiknya di kelas 7.

Diorganisir dalam sejumlah kelompok heterogen, para siswa dalam setiap kelompok diarahkan untuk mencari sendiri berbagai gambar untuk dibuatkan dalam bentuk poster yang isinya berkaitan dengan penerapan norma ataupun aturan tertentu. Aturan-aturan yang dimaksud mesti merujuk pada norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum.

Dalam kelas diskusi, setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan poster gambar yang sudah ada, sekaligus kaitannya dengan norma tertentu dari 4 norma yang ada. Kelompok yang lain diberi kesempatan untuk menyimak, kemudian menanggapi dengan memberi apresiasi dan menilai kesesuaian antara gambar contoh penerapan aturan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

“Saat saya gunakan pendekatan seperti itu, ternyata di dalam kelas jadi seru, ramai, dan pembelajaran jadi bermakna.” cerita ibu guru yang akrab disapa Ivon Alunat itu.

Tak hanya antusias ketika menggambarkan respon anak didiknya sepanjang kegiatan pembelajaran, ibu guru Ivon juga ternyata melakukan refleksi atas praktik pembelajaran yang sudah dilakukannya.

Ibu guru Ivon berefleksi, sebelumnya, sejak mengajar di SMPN 1 Amfoang Utara dari Juli 2020 lalu, dirinya yang selalu menyiapkan gambar dan poster pendukung sesuai kebutuhan pembelajaran di kelas. Dirinya juga yang selalu menjelaskan norma yang berlaku di masyarakat serta keterkaitan antara aturan-aturan dalam poster dengan norma-norma yang dipelajari.

Kini, Ibu guru Ivon mengakui, dengan memberi ruang bagi anak didiknya untuk aktif mencari materi dan mempresentasikannya di depan kelas, anak didiknya jadi mandiri dan ikut memiliki tanggung jawab. Kemampuan dan keterampilan berbicara anak-anak juga dibentuk. Karena sesuai penilaian ibu guru Ivon, tidak banyak anak di kelasnya yang memiliki mental dan keberanian untuk berbicara di depan kelas. Ibu guru Ivon mengakui, memberi kesempatan pada anak didik untuk presentasi dan berdiskusi ternyata sekaligus membentuk mental dan keterampilan berbicara mereka.

Dengan memberi ruang pada murid-muridnya untuk terlibat aktif, refleksi ibu guru Ivon Alunat, ternyata dirinya bisa memahami perkembangan belajar anak didiknya sehingga konten pembelajaran pada pertemuan berikut bisa disesuaikan. Ternyata, dari pengalaman pembelajaran bersama anak didiknya, ibu guru Ivon juga belajar bahwa anak didiknya mesti diberi porsi untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *