Camat Mataru, Sebut Turnamen Bupati Cup I, Ajang Pertaruhan Harga Diri

Berita884 Dilihat

SUARANTT.COM,-Antonius Atakari, selaku camat Mataru menyebut turnamen sepak bola bupati Cap I tahun 2025 adalah ajang pertaruhan harga diri.

Hal ini diungkap camat mataru saat melepas kontingen Mataru FC, kepada forum guru olahraga Mataru di Pailelang pada selasa (15/7/2025).

Dalam arahannya camat mataru mengatakan, datang dengan kepala tegak, harus pulang dengan kepala tegak pula, sebab leluhur tanah Mataru juga turut merestui perjuangan anak-anak Mataru dalam turnamen ini.

“Ini soal harga diri, kita pertaruhkan semuanya, karena dari sepak bola akan menyatukan kita, dan leluhur pun merestui perjuangan ini,” ujarnya.

Camat Mataru berharap, hasil yang baik dapat diraih untuk semua masyarakat di wilayah Mataru.

“Menang adalah target tapi kita harus tetap menjunjung sportivitas, kita datang untuk sukseskan piala bupati cap I, agar ada piala bupati Cup II dan seterusnya, kita tidak boleh ada niat untuk menghalangi atau membuat kacau piala bupati,” pesan Camat kepada para pemain dan pelatih Official.

Selanjutnya Antonius Atakari selaku camat mengucapkan kata-kata pelepasan yakni:

“Dengan memohon rahmat Tuhan yang maha Esa, dan restu leluhur tanah Mataru saya melepas kontingen Mataru FC, kiranya pergi dengan kepala tegak pulang dengan kepala tegak juga, apapun hasilnya,”Ucap Antonius Atakari.

Sebelum berangkat ke lapangan Gedung olahraga GOR Batu Nirwala Kalabahi, camat Mataru yang menggunakan busana budaya abui Mataru, mengatakan sepak bola bukan sekedar olahraga namun ada ruang untuk melestarikan budaya sehingga kontingen sepak bola Mataru FC akan di iringi dengan pukulan Gong dan Cakalele.

Pukul Gong dan Cakalele saat Kontingen mengantar pemain Mataru FC masuk lapangan
Pukul Gong dan Cakalele saat Kontingen mengantar pemain Mataru FC masuk lapangan

Pantauan media suara NTT. Tarian dan Cakalele mengiringi Kontingen Mataru FC, salah satu tim dibelakang gunung muna ini saat hadir dalam turnamen sepak bola Bupati Alor Cup I Tahun 2025 di GOR Nirwala Kalabahi.

Kecamatan mataru, menjadi bagian dari 18 tim yang bertanding di turnamen ini, kehadirannya sontak membuat riakan heboh dalam suasana seremonial pembukaan.

Salah satu, penggemar sepak bola dari Mataru, Isay Lampada juga memberi dukungan dengan mengatakan, Mataru Fc datang dengan doa dan harapan.

“Mataru FC datang dengan Doa, pulang membawa harapan untuk generasi Mataru, Gunung Muna lebih tinggi dari kota Kalabahi, Mataru pasti Bisa,” Ucapnya dengan penuh semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *