Diduga Ada Kosnpirasi Beasiswa K3P Kabupaten Kupang, Ribuan Buku Rekening Mahasiswa Sudah Tidak Aktif

SUARANTT.COM,-Ribuan mahasiswa asal kabupaten Kupang terjebak dalam aturan bank NTT dengan modus beasiswa program unggulan pemerintah daerah kabupaten Kupang Yosef Lede yakni kartu kabupaten Kupang pintar atau disingkat K3P.

Informasi yang diperoleh media ini, beberapa bulan yang lalu 5 ribuan mahasiswa asal kabupaten Kupang diperintahkan oleh Bupati Kupang untuk membuat buku rekening di bank NTT, guna mendukung administrasi pencairan beasiswa K3P yang dijanjikan akan segera direalisasi. Saat membuat buku para mahasiswa diwajibkan menyetor ke bank NTT sebagai saldo awal minimal 100 ribu. Namun dalam perjalanan para mahasiswa yang telah membuat buku rekening harus menyetor lagi 50 ribu hingga 100 ribu untuk mengaktifkan kembali buku rekening tersebut sebab ribuan rekening tersebut telah terblokir karena tidak digunakan untuk bertransaksi selama 6 bulan.

Hal ini membuat ribuan mahasiswa merasa kecewa, sebab tidak ada informasi sejak awal jika buku rekening tidak digunakan untuk bertransaksi akan terblokir dengan sendirinya.

Beberapa mahasiswa merasa terjebak dalam aturan bank NTT cabang Oelamasi dan juga kebijakan pemerintah daerah kabupaten kupang.

Menurut mereka bank NTT harusnya memberi informasi bahwa buku rekening yang dibuat harus digunakan untuk bertransaksi agar tidak terblokir. Namun kata mereka, sama sekali tidak ada informasi sehingga para mahasiswa harus dikorbankan dan pada akhirnya mahasiswa harus membuat buku rekening yang baru atau mengaktifkan buku rekening dengan menyetor kembali saldo berkisar 50 ribu hingga 100 ribu rupiah.

Para mahasiswa, juga mempertanyakan kemana? saldo per buku rekening 100 ribu dari 5 ribu mahasiswa asal kabupaten Kupang.

“Bank NTT tidak terbuka dan transparan, harusnya ada informasi sejak awal. Kami sekitar 5 ribu mahasiswa yang buat buku rekening dengan nominal yang diminta 100 ribu, berarti ada sekitar 5 ratus juta, namun hilang begitu saja karena sekarang kita harus kasih aktif atau buat buku baru dengan biaya 100 ribu, ini kita punya uang sudah berbunga di bank tapi beasiswa belum ada jadwal pasti kapan kita terima,”ungkap Mahasiswa.

Mereka juga menegaskan bank NTT harus menjelaskan kepada 5 ribuan mahasiswa, sebab masih ada 4 ribuan mahasiswa yang belum mengetahui terkait ketidak aktivan buku rekening dan harus dilakukan pembuatan buku rekening ulang atau mengaktifkan buku rekening.

Selain itu mereka juga meminta pemerintah daerah dan bank NTT harus bertanggungjawab, sebab diduga ada konspirasi antara bank NTT dan pemerintah kabupaten Kupang untuk memperkaya bank NTT sebab atas perintah pemerintah kabupaten Kupang dalam hal ini bupati kupang Yosef Lede melalui bagian kesejaraan (Kesra) akhirnya ribuan mahasiswa membuat buku rekening di bank NTT. Namun pada akhirnya buku rekening tak berfungsi.

Dikatakan para mahasiswa bahwa tidak masalah jika bank NTT mencari nasabah lewat program pemerintah. Namun jangan mengorbankan mahasiswa, sebab latar belakang mahasiswa kabupaten Kupang tidak semuanya berasal dari anak pejabat, atau anak pengusaha kaya namun sebagian besar merupakan anak petani dan nelayan serta buruh bangunan.

“Boleh saja melalui program pemerintah kami 5 ribu orang jadi nasabah bank NTT, anggap saja pak Bupati jadi calo untuk bank NTT dalam mencari nasabah tapi jangan kami yang di rugikan,” ungkap salah satu Mahasiswa.

Sementara kepala cabang bank NTT Oelamasi Edwar Hade saat di konfirmasi menjelaskan bahwa sejak awal membuat rekening para mahasiswa sudah diberikan edukasi dan penjelasan lansung oleh bupati kupang, namun mahasiswa yang kurang mendengar sehingga terjadi salah paham.

Menurutnya ribuan mahasiswa yang telah membuka buku rekening harusnya digunkan untuk bertransaksi sehingga tidak terblokir saat saldo didalamnya habis terpotong.

Erward menegaskan aturan bank NTT, jika buku rekening tidak digunakan untuk bertransaksi maka akan diblokir. Berkaitan dengan lima ribuan mahasiswa asal kabupaten kupang yang telah membuka buku rekening di bank NTT Oelamasi dinggap sebagai nasabah biasa sehingga perlu mengikuti semua regulasi bank NTT.

Kepala cabang Bank NTT ini, juga mengungkap akan memverifikasi dan mengaktifkan kembali buku rekening mahasiswa jika ke depan sudah ada instruksi dari pemerintah daerah untuk melakukan pencairan beasiswa, namun tetap sesuai dengan regulasi bank NTT Oelamasi, yakni harus menambahkan saldo agar bisa digunakan.

Selain itu kepala cabang bank NTT Oelamasi juga membantah adanya konspirasi antara pihak bank NTT dan pemerintah kabupaten kupang untuk mencari keuntungan.

“Memang bank NTT itu milik daerah sehingga kita mendukung pemerintah untuk digitalisasi. Transaksi harus lewat bank, jadi tidak ada bilang konspirasi,” ungkapnya saat ditemui media beberapa hari yang lalu.

Untuk diketahui, Program unggulan pemerintah daerah kabupaten kupang yakni K3P yang dijanjikan saat bupati kupang Yosef Lede mencalonkan diri sebagai kepala daerah, dalam kampanye disbutkan per mahasiswa akan menerima beasiswa tugas akhir 10 juta rupiah, namun karena kondisi keuangan daerah dan dibatasi regulasi sehingga hanya merealisasikan 5 juta rupiah per mahasiswa.

Sebagai informasi juga, dari 5 ribu mahasiswa yang telah mendaftar dan membuka buku rekening di bank NTT Oelamasi, hanya 1000 mahasiswa yang lolos verifikasi tugas akhir dan telah menerima beasiswa dengan jumlah per mahasiswa 5 juta rupiah. masih ada 4 ribu mahasiswa yang menunggu verifikasi tugas akhir berikutnya namun buku rekening mereka sudah tidak aktif.

 

(Mel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *