Tim UNDANA Latih Pokdarwis Kelurahan Soe Geo-Storytelling & ArcGIS Storymaps Untuk Branding Wisata Oehala

SUARANTT.COM,- Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana berhasil menggelar Pelatihan Geo-Storytelling dan Visualisasi Spasial bagi pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Soe. Program ini menyasar branding destinasi unggulan Air Terjun Oehala di Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kegiatan yang didanai LPPM Undana ini lahir dari keresahan atas fenomena silence mapping. Potensi wisata Oehala seperti air terjun bertingkat 7, rumah adat Lopo, dan tenun ikat khas Dawan belum terdigitalisasi dengan baik. Promosi masih konvensional, tanpa data lokasi akurat, sehingga wisatawan sering tersesat.

Dari Oehala ke Kelurahan Soe: Adaptasi Jadi Kekuatan
Semula kegiatan direncanakan di Desa Oehala. Namun karena instruksi Pemda melalui Camat Kota Soe, lokasi dialihkan ke Kelurahan Soe. Kelurahan Soe saat itu belum memiliki Pokdarwis aktif.

Melihat itu, tim Undana bersama Pemerintah Kelurahan, tokoh masyarakat dan pemuda justru memfasilitasi pembentukan Pokdarwis Kelurahan Soe secara resmi. Kelembagaan baru ini diberi mandat menaungi koridor wisata terintegrasi, termasuk Air Terjun Oehala sebagai anchor destination

“Pengalihan ini awalnya kendala, tapi akhirnya jadi peluang. Sekarang kita punya satu peta digital yang menghubungkan Soe-Oehala, sentra tenun, kuliner, sampai fasilitas umum,” ujar Ketua Tim PKM, Muhammad Husain Hasan, S.Si.

Hasil Pelatihan: Dari 0% Jadi 85% Terampil Digital
Selama 3 sesi, 90% anggota Pokdarwis dilatih 3 kompetensi utama:
1. Literasi Spasial: Pengambilan titik koordinat POI dengan GPS/HP untuk memetakan jalur trekking dan fasilitas.
2. Geo-Storytelling: Penyusunan narasi budaya ke platform ArcGIS StoryMaps, termasuk filosofi Rumah Lopo dan sejarah Air Terjun Oehala.
3. Produksi Konten : Teknik video smartphone untuk bahan branding yang ditanam di peta interaktif.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan. Pemahaman peserta naik dari <35% menjadi 75%. Sebanyak 85% peserta kini mampu membuat draf StoryMap secara mandiri. Tim juga menyerahkan modul dan akses akun platform agar pengelolaan bisa berkelanjutan.

Dampak: Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan
Program ini menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan 50% dalam 3 bulan melalui publikasi media dan StoryMap. Secara kelembagaan, terbentuknya Pokdarwis Kelurahan Soe memperkuat tata kelola pariwisata berbasis masyarakat.

Secara lingkungan, tim berhasil memetakan 100% jalur trekking dan 5 titik rawan agar wisata tidak merusak Cagar Alam Gunung Mutis.

Kegiatan ini mendukung SDG 8, 11, 12 dan 17 melalui pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas.

“Kami berterima kasih kepada Rektor Undana, LPPM, Dinas Pariwisata TTS, Camat, Lurah Soe dan seluruh anggota Pokdarwis. Harapannya 3 bulan ke depan sudah ada laporan kemajuan pembaruan data wisata secara mandiri,” tutup Muhammad Husain Hasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *