SUARANTT.COM,-Solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II bersama PMKRI Cabang Ruteng. Kedua cabang organisasi mahasiswa Katolik tersebut berkolaborasi menyalurkan donasi bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Flores.
Donasi yang disalurkan PMKRI Cabang Atambua merupakan hasil aksi penggalangan dana yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Aksi tersebut melibatkan partisipasi masyarakat Kabupaten Belu dan masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Dari aksi tersebut, PMKRI Cabang Atambua menghimpun dana sebesar Rp5.420.000 dari masyarakat. Selain itu, terdapat dukungan dana internal DPC PMKRI Cabang Atambua sebesar Rp587.000.
Dengan demikian, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp6.007.000.
Dana tersebut kemudian disalurkan pada 1 September 2026 melalui PMKRI Cabang Ruteng untuk diteruskan kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Kolaborasi kedua cabang PMKRI ini menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan yang dihimpun dari masyarakat Belu dapat menjangkau mereka yang membutuhkan di wilayah terdampak. PMKRI Ruteng mengambil peran dalam membantu proses koordinasi dan penyaluran bantuan di wilayah Flores.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II, Simplysius Imanuel Mau, yang akrab disapa Simply, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Belu, masyarakat umum, serta seluruh anggota PMKRI yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Belu, masyarakat pada umumnya, dan seluruh anggota PMKRI yang telah memberikan dukungan serta berkontribusi dalam aksi penggalangan dana ini. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada teman-teman PMKRI Cabang Ruteng yang telah ikut mengambil bagian dan membantu melancarkan proses penyaluran donasi dari PMKRI Atambua dan masyarakat Belu kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Flores,” ujar Simply.
Menurut Simply, aksi tersebut tidak semata-mata berbicara tentang jumlah bantuan yang terkumpul. Lebih dari itu, gerakan tersebut merupakan bentuk nyata solidaritas antarsesama dan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan tidak dibatasi oleh jarak maupun batas wilayah.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga solidaritas, kepedulian, dan semangat gotong royong. Sekecil apa pun bentuk kepedulian yang kita berikan, tentu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.
Ia menegaskan, keterlibatan PMKRI Ruteng dalam proses penyaluran menjadi contoh bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada keberadaan masing-masing cabang, tetapi juga pada kemampuan untuk membangun kerja sama ketika masyarakat membutuhkan kehadiran dan kepedulian.
Bagi PMKRI Cabang Atambua, aksi tersebut merupakan wujud komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah persoalan kemanusiaan. Sementara bagi PMKRI Ruteng, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan solidaritas yang dihimpun dari masyarakat dapat diteruskan kepada warga yang terdampak.

Kolaborasi PMKRI Atambua dan PMKRI Ruteng sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan kemanusiaan dapat melampaui sekat geografis. Dari Belu, solidaritas bergerak menuju Flores melalui kerja bersama dua cabang PMKRI.
