Warga Turamuri Masih Dibayangi Gempa Susulan, IKMAS-TTS Salurkan Bantuan

SUARANTT.COM,-Dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 masih dirasakan masyarakat Desa Turamuri, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada. Sebanyak 183 rumah warga tercatat mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.

Data Pemerintah Desa Turamuri menunjukkan, dari total rumah yang terdampak, sebanyak 49 rumah mengalami rusak berat, 65 rumah rusak sedang, dan 69 rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Kepala Desa Turamuri, Laurensius Tuba, mengatakan pendataan dilakukan pemerintah desa segera setelah gempa terjadi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan penanganan di lapangan.

“Kami merasa sedih karena masyarakat kami menjadi korban dan terkena dampak dari bencana gempa ini. Setelah gempa terjadi, kami langsung melakukan proses pendataan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak,” ujar Laurensius.

Ia menyebutkan, bantuan dari pemerintah telah mulai diterima masyarakat terdampak. Pemerintah Kabupaten Ngada, kata dia, telah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok. Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Meski demikian, kondisi warga masih membutuhkan perhatian karena gempa susulan masih terjadi. Pemerintah Desa Turamuri pun meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada karena sampai saat ini gempa susulan masih terjadi. Kami juga berharap pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi terus memberikan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat yang terdampak,” katanya.

IKMAS-TTS Turun Langsung
Di tengah situasi tersebut, kepedulian terhadap warga terdampak juga datang dari Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Selatan (IKMAS-TTS).

Organisasi mahasiswa tersebut mengambil inisiatif untuk menggalang dan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Ngada.

Ketua Umum IKMAS-TTS, Junar Yunardi D. Tampani, mengatakan bantuan disalurkan di dua lokasi, yakni Desa Naru dan Desa Turamuri.

Bantuan yang dibawa terdiri atas 50 karung beras, enam ikat telur, lima dus mi instan, serta lima dos pakaian.

“Kami dari IKMAS-TTS bergerak atas inisiatif sendiri untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Ngada. Bantuan yang kami berikan memang tidak banyak, tetapi kami berharap dapat meringankan beban masyarakat,” ujar Junar.

Dalam proses distribusi, mahasiswa menyisir sejumlah rumah warga yang terdampak untuk memastikan bantuan diterima oleh mereka yang membutuhkan. Penentuan penerima juga dikoordinasikan dengan pemerintah desa setempat.

Junar menegaskan, perhatian terhadap masyarakat terdampak tidak boleh berhenti pada bantuan awal. Menurutnya, kondisi rumah warga dan sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan juga membutuhkan perhatian pemerintah untuk segera ditangani.

“Kami berharap pemerintah dapat melihat masyarakat yang sementara mengalami bencana, membantu meringankan beban mereka, serta memperhatikan fasilitas-fasilitas yang mengalami kerusakan. Rumah warga yang rusak maupun fasilitas lainnya diharapkan dapat segera diperbaiki,” lanjutnya.

Penyaluran bantuan IKMAS-TTS menjadi bagian dari solidaritas mahasiswa asal Timor Tengah Selatan terhadap masyarakat Ngada yang sedang menghadapi dampak bencana.

IKMAS-TTS berharap kepedulian serupa terus datang dari berbagai pihak sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat, sekaligus membantu warga melewati situasi pascagempa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *