SUARANTT.COM,-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II mengambil bagian dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STISIP Fajar Timur Atambua Tahun 2026.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula STISIP Fajar Timur, Sabtu (5/9/2026), PMKRI Atambua membawakan materi bertajuk “Peran Kaum Muda Katolik di Masyarakat.”
Materi tersebut diarahkan untuk membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan kaum muda Katolik dalam kehidupan Gereja, masyarakat, dan bangsa.
Kaum muda tidak hanya dipandang sebagai generasi penerus, tetapi juga sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, persaudaraan, dan pengabdian di tengah masyarakat.
Materi disampaikan dalam tiga sesi oleh pengurus PMKRI Cabang Atambua.
Sesi pertama disampaikan Ketua Presidium PMKRI Cabang Atambua, Simplysius Imanuel Mau. Ia memperkenalkan PMKRI sekaligus menjelaskan peran strategis kaum muda Katolik dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam pemaparannya, mahasiswa diperkenalkan dengan PMKRI sebagai wadah pembinaan mahasiswa Katolik yang berorientasi pada pengembangan intelektualitas, fraternitas, dan kristianitas.
Sesi kedua disampaikan Bendahara Umum PMKRI Cabang Atambua, Anjelina Roswita Burak, yang mengangkat tema tentang pentingnya sikap kritis, tindakan nyata, kepedulian, pengabdian, dan integritas kaum muda.
Menurutnya, kaum muda tidak cukup hanya memiliki pengetahuan. Pengetahuan tersebut harus diikuti kemampuan membaca persoalan secara kritis, keberanian mengambil tindakan, kepedulian terhadap sesama, serta kemauan mengabdikan kemampuan yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat.
Integritas, kata dia, menjadi bagian penting dalam proses tersebut, yakni adanya keselarasan antara pikiran, perkataan, dan tindakan.
Sementara itu, sesi ketiga disampaikan Presidium Hubungan Masyarakat Katolik PMKRI Cabang Atambua, Caitano Menezes Vegas, yang membahas berbagai tantangan kaum muda Katolik di tengah perkembangan zaman.
Mahasiswa diajak memahami tantangan generasi muda yang muncul seiring perubahan sosial, perkembangan teknologi dan media sosial, pengaruh lingkungan, serta tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai moral.
Dalam konteks tersebut, kaum muda Katolik diharapkan tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Mereka didorong untuk mampu membaca realitas, mengambil sikap, terlibat secara aktif, dan menghadirkan solusi dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Kristiani.
Rangkaian materi tersebut dimoderatori Alfin Alfrano Hale, sehingga proses penyampaian materi berlangsung secara terarah dan interaktif.
Melalui keterlibatan dalam PKKMB STISIP Fajar Timur Atambua, PMKRI Cabang Atambua berharap mahasiswa baru tidak memandang kehidupan kampus sebatas ruang untuk mengejar pencapaian akademik.
Lebih dari itu, kehidupan kampus diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kemampuan berpikir kritis, penumbuhan kepedulian sosial, serta persiapan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.
Kaum muda Katolik harus hadir bukan hanya untuk menyaksikan perubahan, tetapi menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Merdeka dalam berpikir, bertanggung jawab dalam bertindak, peduli dalam mengabdi, dan berintegritas dalam kehidupan.
