SUARANTT.COM,- Rekaman kamera pengawas (CCTV) dari kantor SMK Kristen Oinlasi mengungkap kronologi dugaan pemukulan terhadap kakak seorang siswa. Rekaman cctv diperoleh tim media dan memperlihatkan secara jelas situasi di dalam ruangan ketika peristiwa itu terjadi.
Dalam rekaman CCTV tersebut terlihat Liven Liunesi, kakak dari siswa yang sedang mengalami persoalan administrasi sekolah, datang bersama ibunya ke kantor sekolah.
Keduanya duduk dengan sopan di kursi yang disediakan oleh pihak sekolah. Mereka berada di ruangan itu untuk meminta klarifikasi mengenai status pendidikan adik Liven yang dinyatakan tidak dapat mengikuti ujian karena namanya tidak tercatat dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Rekaman itu juga menunjukkan seorang oknum guru berada di dalam ruangan yang sama. Beberapa saat kemudian oknum guru tersebut terlihat berjalan menuju korban. Saat mendekat, oknum guru itu menunjuk langsung ke arah wajah Liven Liunesi.
Setelah gestur tersebut terjadi, korban terlihat berdiri dari kursinya. Namun tidak lama kemudian oknum guru tersebut langsung melayangkan pukulan ke arah wajah korban. Kejadian itu berlangsung di dalam kantor sekolah ketika korban datang bersama ibunya untuk meminta penjelasan terkait status pendidikan adiknya.
Peristiwa ini bermula dari ketidakjelasan status seorang siswa yang diketahui telah pindah ke SMK Kristen Oinlasi sejak Februari 2025. Belakangan siswa tersebut dinyatakan tidak dapat mengikuti ujian karena namanya tidak tercatat dalam sistem Dapodik. Ketidakjelasan tersebut mendorong keluarga untuk datang langsung ke sekolah guna meminta klarifikasi dari pihak sekolah.
Korban, Liven Liunesi, menegaskan bahwa kedatangannya ke sekolah hanya untuk mencari penjelasan mengenai status pendidikan adiknya.
“Tujuan saya datang untuk mengklarifikasi status adik saya di sekolah, tetapi tiba-tiba satu oknum guru datang dan memukuli saya,” ujar Liven Liunesi.
Atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan dugaan tindakan pemukulan yang dialaminya kepada pihak kepolisian pada hari sebelumnya. Laporan itu dibuat agar peristiwa tersebut dapat diproses secara serius oleh aparat penegak hukum.
Terungkapnya rekaman CCTV ini memperjelas kronologi kejadian yang terjadi di dalam kantor sekolah. Publik kini menunggu penjelasan resmi dari pihak SMK Kristen Oinlasi mengenai insiden tersebut serta langkah yang akan diambil untuk menyikapi dugaan tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Sampai berita ini diterbitkan, Kepala sekolah SMK Oinlasi belum merespon konfirmasi dari tim media.

