INSIDEN PATROLI GABUNGAN TAHUN BARU KEFAMENANU DISOROT: KORBAN MENGAKU DIPUKUL TANPA PROVOKASI DAN TUNTUT KEADILAN

SUARANTT.COM,- Dicky Nahas, warga Kampung Alor, Kota Kefa Menanu, mengaku mengalami dugaan kekerasan saat patroli gabungan TNI-Polri dalam rangka penjagaan malam pergantian tahun baru di wilayahnya pada Rabu, 1 Januari 2026, sekitar pukul 05.20 WITA. Kesaksian ini disampaikan melalui panggilan telepon WhatsApp kepada redaksi.

Menurut Dicky, saat itu ia tengah mengendarai sepeda motor dan berhenti karena akses jalan tertutup rombongan patroli. Ia memarkir kendaraan dan menjawab pertanyaan dari sejumlah anggota Polres TTU yang menanyakan keberadaannya di lokasi.

“Saya mengalah dan parkir motor. Ada beberapa anggota Polres TTU yang tanya-tanya saya di situ dan saya jawab mau pergi ambil kunci kamar di saya punya adik,” ujarnya.

Dicky menyebut, setelah interogasi singkat, ia diangkat oleh sejumlah anggota berseragam dan dimasukkan ke dalam kendaraan patroli yang ia identifikasi sebagai milik TNI. Di dalam kendaraan tersebut, ia mengaku mendapatkan perlakuan kasar.

“Saya diangkat dan dimasukkan ke dalam oto TNI. Di dalam saya ditendang di perut dan leher, dipukul di bagian belakang, dan ditumbuk di bibir. Banyak orang berseragam, saya tidak tahu nama mereka,” ungkapnya.

Dicky menegaskan bahwa ia telah membuat laporan ke pihak kepolisian. Ia juga menyampaikan bahwa keterangan yang ia terima dari dua institusi berbeda. Menurutnya, pihak kepolisian menyebut tindakan kekerasan dilakukan oleh anggota TNI. Sementara dari pihak Yonkaf teritorial pembangunan binmaffo, ia mendapat pernyataan bahwa anggota Polres yang melakukan tindakan tersebut.

Perbedaan keterangan ini menimbulkan pertanyaan mengenai pertanggungjawaban komando dalam patroli gabungan serta penerapan prinsip prosedur hukum yang semestinya dan potensi penggunaan kekuatan berlebihan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Polres TTU maupun Yonkaf teritorial pembangunan binmaffo terkait laporan tersebut. Redaksi masih mengupayakan konfirmasi agar pemberitaan tetap berimbang dan memberi ruang klarifikasi.

Perkembangan terbaru akan disampaikan setelah institusi terkait memberikan jawaban resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *