SUARANTT.COM,-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Alm Vian Ruma, yang juga sebagai aktivis yang lahir dari rahim PMKRI Cab. Kupang. Vian ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, terikat di sebuah gubuk bambu dekat Pantai Sikusama, Desa Tonggo, pada Minggu (7/9/2025).
Kematian ini menimbulkan pertanyaan besar sekaligus kegelisahan di kalangan masyarakat. PMKRI Cabang Kupang, melalui Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) Yido Manao menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan tamparan keras bagi demokrasi, keadilan, dan perlindungan hak asasi manusia.
“Kami mengecam keras peristiwa ini dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusutnya secara transparan, independen, dan profesional. Keadilan bagi Vian Ruma adalah harga mati,” tegas Germas PMKRI Cabang Kupang, Senin (8/9).
Sikap Tegas PMKRI Cabang Kupang
Melalui rilis resminya, PMKRI Cabang Kupang menyampaikan beberapa sikap tegas:
Mengecam keras tragedi kematian Vian Ruma yang penuh kejanggalan dan meminta polisi segera mengungkap kebenaran di balik peristiwa ini.
PMKRI Kupang juga mendesak agar Kapolres Nagekeo segera mengusut tuntas kasus ini secara terang benderang.
Selain itu PMKRI Kupang mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, gereja, dan mahasiswa untuk bersolidaritas, mengawal jalannya penyelidikan, serta memastikan keluarga korban mendapatkan keadilan.







