Ketua Umum IKMAS-TTS, Raynal Usfunan, yang akrab disapa Raynal, menyampaikan duka dan keprihatinan atas peristiwa seorang anak di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang memilih mengakhiri hidupnya.
Raynal menyebutkan bahwa berdasarkan informasi dari pemberitaan yang berkembang, anak tersebut diduga mengalami tekanan batin akibat keterbatasan ekonomi keluarga, khususnya karena orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.
“Peristiwa ini sangat memprihatinkan dan menunjukkan bahwa tekanan ekonomi keluarga bisa berdampak serius pada kondisi psikologis anak,” kata Raynal.
MenurutNya, peristiwa tersebut harus dipahami sebagai alarm serius bagi seluruh pemerintah daerah di NTT, termasuk Kabupaten Timor Tengah Selatan, agar kejadian serupa tidak terjadi di daerah lain.
Raynal secara khusus menyoroti kondisi Timor Tengah Selatan sebagai wilayah dengan kerentanan sosial yang tinggi, mengingat TTS masih tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta memiliki tingkat kemiskinan yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain.
“Timor Tengah Selatan adalah daerah 3T dengan kondisi kemiskinan yang masih nyata di banyak desa. Kalau tidak ada langkah pencegahan yang serius, peristiwa seperti ini sangat mungkin terjadi di TTS,” tegas ketum IKMAS-TTS.
Raynal menekankan bahwa kondisi tersebut menuntut perhatian lebih dari pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, terutama dalam memastikan kebijakan dan anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan dasar anak-anak dari keluarga miskin.
“Pemda TTS dan DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan harus melihat realitas ini secara jujur. Pencegahan tidak cukup dengan wacana, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan dan penganggaran yang berpihak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa langkah pencegahan dapat dimulai dari pendataan keluarga miskin yang akurat, pemenuhan kebutuhan sekolah anak, serta penguatan peran sekolah, pemerintah desa, dan tenaga pendamping sosial.
“Jangan menunggu kejadian serupa terjadi di Timor Tengah Selatan baru bertindak. Daerah dengan kerentanan tinggi justru harus lebih dulu melakukan pencegahan,” tambah Raynal.
Menutup pernyataannya, Ketua Umum IKMAS-TTS Raynal Usfunan, berharap peristiwa anak di NTT ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan di TTS. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi daerah 3T yang rawan kemiskinan, kehadiran negara melalui kebijakan pencegahan menjadi keharusan, agar tidak ada lagi anak yang memilih mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi keluarga.







