SUARANTT.COM,-Badan Pengurus Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (PERMASKKU) mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam kunjungan lapangan ke wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur jembatan yang telah lama rusak dan belum diperbaiki.
Kunjungan tersebut menyasar Jembatan Kapsali dan Termanu yang dilaporkan putus sejak beberapa tahun terakhir, menyebabkan keterisolasian sejumlah wilayah di kawasan perbatasan tersebut.
Kehadiran Wakil Presiden di Amfoang menjadi sorotan karena tidak termasuk dalam agenda resmi kunjungan kerja di Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, kunjungan Wapres hanya dijadwalkan ke Kabupaten Rote Ndao untuk meninjau proyek pembangunan pabrik garam.
Namun, perubahan agenda terjadi setelah sejumlah mahasiswa dan pemuda asal Kabupaten Kupang, yang tergabung dalam PERMASKKU, menghadang rombongan Wakil Presiden di Bundaran Adipura, Kota Kupang akses utama dari Bandara El Tari menuju pusat kota.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan aspirasi secara langsung serta menyerahkan dokumen berisi data dan fakta terkait kondisi infrastruktur di wilayah Amfoang.
Ketua PERMASKKU, Asten Bait, menjelaskan bahwa respons Wakil Presiden terhadap aspirasi tersebut berlangsung cepat.
“Setelah kami menyampaikan langsung di Bundaran Adipura dan menyerahkan dokumen, Wakil Presiden merespons dengan menyatakan akan melihat langsung kondisi di Amfoang,” ujarnya.
Komitmen tersebut kemudian terealisasi. Usai menyelesaikan agenda di Rote Ndao, Wakil Presiden bersama rombongan bertolak ke Amfoang menggunakan helikopter untuk meninjau langsung lokasi jembatan yang rusak.
Asten menambahkan, dirinya dihubungi oleh tim Wakil Presiden untuk turut mendampingi dalam kunjungan tersebut. Ia bersama sejumlah pengurus PERMASKKU dan tim Wapres berangkat lebih dahulu melalui jalur darat menuju lokasi.
Lebih lanjut Asten Bait mengungkap, dirinya ditunjuk warga Amfoang untuk menyampaikan aspirasi mewakili masyarakat dalam pertemuan Wapres dan masyarakat di Amfoang.

Sementara Wilfridus Utan, selaku ketua bidang Gerakan Kemasyarakatan PERMASKKU yang mendampingi langsung saat ke Lokasi jembatan yang putus, mengungkap bahwa ia menjelaskan status jalan dan kondisi jembatan kepada wakil presiden, lansung direspon bahwa akan dipercepat pembangunan jembatan.
“Tadi pernyataan pak wapres saat saya mendampingi beliau meninjau jambatan saya menjelaskan jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung antara Fatuleu dan Amfoang dan ini jalan satu-satunya untuk masyarakat Amfoang menuju ke kantor bupati Kupang dan juga kota Kupang sehingga jawabannya beliau bahwa jembatan tersebut akan secepatnya, “ungkapan Wilfridus kepada Media melalui pesan whatsApp.
PERMASKKU berharap kunjungan ini tidak berhenti pada peninjauan semata, tetapi diikuti dengan langkah konkret dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Kami berharap kehadiran Wakil Presiden di Amfoang menjadi titik awal perhatian serius terhadap wilayah 3T, khususnya terkait infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Aktor Gerakan PERMASKKU.
Untuk diketahui Selain Asten Bait, beberapa pengurus lainnya juga ikut dalam pendampingan kunjungan tersebut.

