
SUARANTT.COM, -Ditengah upaya Reformasi Polri, ada seorang pejabat polri lingkup polda NTT yakni Serfolus Teguh diduga menunjukan sikap tak terpuji atau pernyataan tanpa dasar yang menyinggung organisasi perhimpunan mahasiswa Katolik Republik Indonesia PMKRI cabang kupang.
Pernyataan dari oknum polisi yang saat ini menjabat sebagai kabag OPS Polres Nagekeo, bahwa PMKRI Kupang digiring masuk dalam kepentingan segelintir orang, atau mengawal isu yang penuh dengan konflik kepentingan yakni soal dugaan intimidasi oknum polisi terhadap aktivis PMKRI.
Serfolus Teguh, kepada media ini beberapa waktu yang lalu mengungkap secara gamblang bahwa PMKRI Kupang digiring masuk dalam kepentingan sebab Narsinda Tursa yang berstatus sebagai korban intimidasi adalah bagian dari kelompok yang bermasalah dalam persoalan waduk Lambo Nagekeo. Sehingga menjadikan PMKRI sebagai alat perlawanan.
Hal itu dibantah keras oleh ketua presidium PMKRI cabang kupang, Apolonaris Mau bahwa PMKRI kupang tetap pada garis perjuangan untuk membela yang lemah dan yang tertindas.
Pernyataan kabag OPS Polres Nagekeo, kata Apolonaris sangat menyinggung PMKRI secara organisasi. Apalagi sampai mengirim surat kepada pengurus pusat PMKRI. Oleh sebab itu Apolonaris meminta Serfolus Teguh harus bertanggungjawab atas pernyataan yang menyinggung nama organisasi.
Menurutnya sikap dan tindakan arogansi Serfolus Teguh sebagai Kabag OPS Polres Nagekeo sudah terbukti melalui putusan komisi etik propam polda NTT. Untuk itu tak ada alasan untuk berdalih bahwa ada kepentingan lain sebab apa yang dilakukan tidak sesuai dengan etika profesi polri.
Apolonaris menegaskan, bahwa jika Serfolus Teguh tak menarik pernyataan di media dan memohon maaf kepada PMKRI cabang kupang maka akan melakukan teguran hukum (Somasi) atas pernyataan yang menyinggung nama PMKRI.
”Kita membela yang lemah dan tertindas, buktinya Kabag OPS terbukti saat proses etik lalu mengapa harus mencurigai PMKRI, dengan putusan etik itu membuktikan bahwa PMKRI membela orang dengan pendasaran yang jelas, jadi sebaiknya segera cabut pernyataan bahwa PMKRI dibawa ke kepentingan segelintir orang, kalau tidak kita Somasi”ujar Apolonaris Mau.
PMKRI kupang juga memberi peringatan kepada polres Nagekeo, agar segera mengungkap tragedi Cafe Cokelat di Nagekeo, sebab peristiwa meninggalnya satu oknum polisi dan satu ledis karyawan di Cafe milik Serfolus Teguh yang terkonfirmasi sebagai PSK. Dan juga diduga punya hubungan khusus dengan Serfolus Teguh sebagai pemilik Cafe. Untuk diketahui saat meninggal ledis tersebut sedang hamil.
Apolonaris mengatakan, kebenaran tidak bisa disembunyikan, sehingga kebohongan lari secepat apapun kebenaran akan mengejarnya.
Terkait peristiwa coklat Cafe di Nagekeo, kata Apolonaris harus di ungkap siapa dalang dibalik kasus tersebut. Sehingga dalam waktu dekat PMKRI akan melakukan koordinasi dengan Polda NTT untuk menyelidiki kembali kasus tersebut.
Hal ini sudah di klarifikasi Serfolus Teguh, bahwa ledis yang meninggal bukan merupakan PSK namun sebagai karyawan cafe miliknya. Ketika terjadi peristiwa itu dirinya tidak mengetahui sebab cafe tersebut ada pengelolanya.
Namun saat ditanyakan apakah benar memiliki hubungan khusus dengan pengelola Cafe, dan juga ledis atau karyawan cafe yang meninggal belum menjawab.






