Ketua JAS Kupang, Beri Dukungan Penuh SN-FBN Maju Pilkada Malaka 2024-2029

Kupang-suaraNTT.com,-Ketua jaringan aktivis milenial kupang Alexander Mesakh memberikan dukungan penuh kepada paket bakal calon bupati kabupaten malaka SN-FBN untuk memimpin malaka periode 2024-2029 yang lebih maju Minggu, (30/6/2024).

Menurut Alex Mesakh Ketua JAS millenial kupang kami barisan aktivis milenial kupang dengan sikap yang tegas dan serius siap kerjakan untuk kemenangan dua kali kepada Dr.Sinom Nahak, S.H,MH yang akan berpasangan dengan Felix Bere Nahak atau yang dikenal paket SN-FBN.

Menurut saya pasangan ini sangat ideal dimata kami milenial, melihat latarbelakang dari kedua sosok pasangan ini lahir dari seorang Akademisi praktisi hukum dan Aktivis.

Selain dari situ Alex Mesakh juga menyampaikan bahwa sosok seorang SN ini jarang kita temukan dengan sikap dan keberanian untuk memimpin malaka, melihat usai di lantik tepatnya 26 April 2020 beliau sedang diperhadapkan dengan pandemi Covid-19.

Pada saat itu Ekonomi dunia sedang terganggu dan efeknya Indonesia juga mengalami krisis akan pendapatan sehingga kabupaten malaka pada saat itu juga terganggu akan pendapatan ekonomi daerah.

Tetapi dengan keterbatasan SN selalu memberikan yang terbaik dalam kepemimpinan dari 2020 sampe 2022, melihat dari data pemulihan pendapatan ekonomi daerah di 2022 dan di 2024 kita melihat pembangunan dan penataan kota makin nampak dari pembangunan infrastruktur jalan, gedung, dan penataan kota melalui lampu jalan dan banyak hal lagi yang SN lakukan dalam kepemimpinan ini.

“Dan Ini salah satu hal yang luar biasa bagi kita masyarakat kabupaten malaka,”ujar Alex

Selain itu sebelum Alex Mesakh menutupi Alex juga mengajak Mahasiswa, pemuda Desa dan masyarakat kabupaten malaka untuk satukan tekat, satukan pilihan untuk paket SN-FBN untuk malaka yang lebih maju melalui peduli terhadap pendidikan yang bermutu, pembangunan infrastruktur yang lebih maju, meningkatkan pertumbuhan ekonomi petani dan Nelayan, dan menjaga demokrasi budaya malaka yang kaya akan kearifan lokal.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *