BPOM di Kupang dan Komisi IX DPR RI Kerja Sama Gelar KIE di Amfoang Timur

Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di  Kupang menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) obat dan makanan di batas negara Republik Indonesia (RI) dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), tepatnya di Gereja Katolik Sta. Maria Mater Dei, Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang pada Senin (09/10/2023).

Waktu tempuh yang cukup jauh, sekira 5 hingga 6 jam dari Kota Kupang, tidak menyurutkan semangat tim KIE Balai POM di Kupang memberikan edukasi obat dan makanan kepada 500 orang masyarakat Oepoli.

Kegiatan KIE di Oepoli terselenggara berkat kerja sama dengan Komisi IX DPR RI sehingga peran tokoh masyarakat ini dapat mengajak masyarakat  untuk peduli mengonsumsi Obat dan Makanan yang aman dan bermutu.

Etni Ira Risva Banunu, Pejabat Fungsional Farmasi dan Makanan Ahli Madya yang mewakili Kepala Balai POM di Kupang membuka kegiatan KIE secara resmi.

“Kami  tidak setiap hari ada di sini tetapi kami bisa membantu bapa-mama melalui media-media yang kami sudah cantumkan di buku tulis yang dibagikan. Silahkan berpartisipasi dalam pengawasan Obat dan Makanan, jangan ragu menghubungi Balai POM di Kupang supaya bapa-mama bisa mendapatkan Obat dan Makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat.” pesan Etni dalam sambutannya.

Komisi IX DPR RI melalui Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena ikut terlibat memberi dukungan terhadap pengawasan obat dan makanan khususnya di wilayah Oepoli yang memiliki pos lintas batas dengan RDTL. Melki mendorong pengembangan UMKM di bidang pangan olahan dan obat tradisional.

Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

“Balai POM tidak bisa bekerja sendiri, butuh mitra masyarakat dari kita semua yang ada di sini. Jadi tolong cermati makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika, obat tradisional yang dijual di sekitar Oepoli, Amfoang Timur dan sekitarnya, dipastikan bapa-mama mengonsumsi betul-betul yang aman dan memenuhi syarat dengan cek KLIK (cek kemasan, label, izin edar, kedaluwarsa).” tegas Melki.

Turut hadir dalam kegiatan KIE, Wakil Bupati (Wabup) Kupang, Jerry Manafe dan beberapa pimpinan lintas sektor terkait seperti Camat Amfoang Timur, Kepala Desa, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Satuan Polisi Pamong Praja, Polisi Sektor Amfoang Timur, Danramil, dan Babinsa.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe.

Wabup Manafe meminta dilakukan pengawasan bersama dengan BPOM secara rutin mengingat Oepoli berbatasan dengan negara tetangga.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Oepoli diajarkan memilih dan mengonsumsi obat dan makanan yang aman oleh narasumber dari Balai POM di Kupang, yakni Etni Ira Risva Banunu dan Rosa Endang Setiyaati.

Dari hasil diskusi dengan masyarakat, masih ada toko/kios yang menjual obat keras, dan banyak masyarakat juga masih belum tahu cara membaca label dan tanggal kedaluwarsa sehingga menjadi catatan bagi Balai POM di Kupang untuk memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan.

Diharapkan dengan KIE ini, masyarakat dapat lebih waspada terhadap obat dan makanan yang masuk dari negara tetangga, dan juga menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu ingat cek KLIK sehingga terhindar dari Obat dan Makanan yang membahayakan kesehatan.

(Sumber: rilis tim media)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *