Klarifikasi Status Siswa di SMK Kristen Oinlasi Berujung Dugaan Pemukulan oleh Oknum Guru

SUARANTT.COM,- Peristiwa dugaan kekerasan terjadi di SMK Kristen Oinlasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan, ketika seorang warga yang datang untuk meminta klarifikasi terkait status pendidikan adiknya 10/03/26, justru diduga mengalami tindakan pemukulan oleh oknum guru di lingkungan sekolah tersebut.

Peristiwa ini bermula dari ketidakjelasan status seorang siswa yang diketahui telah pindah ke sekolah tersebut sejak Februari 2025 dan telah memenuhi kewajiban pembayaran sekolah.

Namun belakangan siswa tersebut dinyatakan tidak dapat mengikuti ujian karena namanya tidak tercatat dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Kondisi ini menimbulkan kebingungan bagi keluarga sehingga mereka berinisiatif mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan secara langsung.

Kakak kandung siswa tersebut, Liven Liunesi, mendatangi SMK Kristen Oinlasi dengan tujuan untuk mengklarifikasi status pendidikan adiknya.

Menurut penuturannya, ketika dirinya berada di lingkungan sekolah untuk meminta penjelasan kepada pihak sekolah, tiba-tiba datang seorang oknum guru yang kemudian melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya.

“Tujuan saya datang untuk mengklarifikasi status adik saya di sekolah, tetapi tiba-tiba satu oknum guru datang dan memukuli saya,” ungkap Liven Liunesi.

Menurut pengakuannya, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba ketika dirinya sedang berupaya mencari kepastian mengenai persoalan administrasi pendidikan yang dialami oleh adiknya.

Ia menilai bahwa tindakan tersebut tidak seharusnya terjadi, terlebih di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang dialog dan penyelesaian persoalan secara baik.

Atas peristiwa yang dialaminya, Liven Liunesi menyatakan akan mengambil langkah lebih lanjut dengan melaporkan dugaan tindakan pemukulan tersebut kepada pihak berwajib agar persoalan ini dapat diproses secara serius.

“Saya tidak terima atas perlakuan oknum guru yang melakukan kekerasan terhadap saya dan saya pastikan akan menempuh proses hukum,” ungkapnya

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan karena persoalan yang awalnya berkaitan dengan klarifikasi status pendidikan justru berujung pada konflik yang melibatkan dugaan kekerasan di lingkungan sekolah.

Publik berharap pihak SMK Kristen Oinlasi dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi peristiwa yang terjadi serta menjelaskan secara jelas status administrasi siswa yang menjadi sumber persoalan tersebut.

Sampai berita ini diterbitkan, Kepala sekolah SMK Oinlasi belum merespon konfirmasi dari tim media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *