SUARANTT.COM,-Warga Lelogama dan sekitarnya di Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, menyampaikan apresiasi kepada Victor Bungtilu Laiskodat (VBL) atas pembangunan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Takari dengan wilayah Amfoang saat dirinya menjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2018–2023.
Bagi masyarakat setempat, pembangunan jalan tersebut membawa perubahan nyata dalam menunjang mobilitas warga, terutama mereka yang hendak bepergian ke Kota Kupang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, mengakses pelayanan publik, maupun menjalankan aktivitas lainnya.
Salah seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam pesta rakyat yang digelar Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Victor Bungtilu Laiskodat, mengungkapkan bahwa sebelum jalan tersebut dibangun, perjalanan dari Amfoang ke Kupang membutuhkan waktu dan biaya lebih besar. Warga bahkan harus menginap di Takari atau Camplong sebelum melanjutkan perjalanan.
“Ini jalan sangat membantu. Dulu, sebelum dibangun, kalau kami ke Kupang harus tidur di Takari atau Camplong. Sekarang, kami bisa ke Kupang dan kembali lagi ke Amfoang pada hari yang sama,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa pentingnya infrastruktur jalan bagi masyarakat di wilayah Amfoang, terutama untuk mengurangi hambatan perjalanan dan memperlancar hubungan dengan pusat pemerintahan serta perekonomian di Kota Kupang.
Ketua DPC Partai NasDem Kabupaten Kupang, Dra. Sofia Malelak De Haan, juga membenarkan adanya intervensi anggaran untuk pembangunan ruas jalan tersebut ketika VBL menjabat Gubernur NTT.
Menurut Sofia, pembangunan jalan di kawasan Lelogama menjadi salah satu peninggalan pembangunan yang manfaatnya masih dirasakan masyarakat hingga saat ini.
“Ya, sekarang kita bisa lihat, ini tanda mata dari Bapak Victor. Jalan Lelogama ini dibangun saat Bapak Victor menjabat Gubernur NTT,” ujar Sofia di Pasar Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, lokasi pelaksanaan pesta rakyat tersebut.
Meski pembangunan jalan telah memberikan manfaat bagi masyarakat, persoalan infrastruktur di wilayah Amfoang belum sepenuhnya selesai. Sejumlah warga masih mengeluhkan kondisi jalan di beberapa wilayah yang rusak dan menghambat mobilitas masyarakat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Amfoang masih membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama untuk membuka akses wilayah yang sulit dijangkau serta memastikan masyarakat dapat menikmati konektivitas jalan yang memadai.
Dalam kegiatan yang sama, Bupati Kupang, Yosef Lede, yang turut hadir, menjanjikan alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar pada tahun depan untuk pembangunan infrastruktur jalan dati Amfoang Utara menuju Timau.
Janji tersebut menjadi perhatian masyarakat di tengah kebutuhan peningkatan akses transportasi di wilayah Amfoang. Namun, realisasi anggaran dan penentuan ruas jalan yang akan ditangani menjadi hal penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Masyarakat kini menantikan tindak lanjut pemerintah daerah agar pembangunan jalan tidak hanya berlanjut di ruas yang telah berkembang, tetapi juga menjangkau wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses.
