Perayaan 17 Agustus Terpusat di Oelamasi: Banyak UMKM di Kampung Tak Berkutik

SUARANTT.COM,-Perayaan 17 Agustus di Kabupaten kupang dalam rangka hari ulang tahun HUT RI ke -80 tahun 2025 terpusat di civic center Oelamasi membuat para pedang usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kampung-kampung tak bisa mendapatkan pemasukan yang biasanya selalu didapatkan saat perayaan 17 Agustus.

Kebijakan bupati kupang Yosef Lede, untuk menghentikan perayaan di setiap kecamatan dan dilakukan terpusat di Oelamasi ternyata tak seindah yang diberitakan berbagai media online bahwa Expo pembangunan UMKM di kabupaten kupang sukses dan tahun berikut akan diperpanjang durasi waktu dari 10 hari menjadi 20 hari. Sebab ada banyak keluhan warga yang luput dari perhatian pemerintah dan media massa.

Beberapa pedagang di kampung-kampung yang meminta namanya tidak disebutkan kepada media ini, mengatakan perayaan HUT RI di Oelamasi tidak efektif dan merugikan para pedagang kecil yang biasanya selalu terlibat dalam perayaan HUT RI di berbagai kecamatan. sebab rata-rata ratusan pedang di setiap kecamatan namun tak mendapat akses untuk berjualan di Oelamasi karena jarak yang jauh.

“Kita hanya menjadi penonton perayaan kali ini, karena jarak tidak memungkinan untuk kami yang lain di kampung ini pergi berjualan di Expo Pembangunan,” ujar salah satu warga UMKM di Amfoang Sabtu,(23/8/2025) siang.

Warga tersebut mengungkap bahwa setiap tahun ada perayaan di kecamatan dirinya bersama pedang lain mendapat omset (Pemasukan) 5 juta sampai 10 juta. Namun kali ini para pedang di kampung harus merelakan itu sebab tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat di kecamatan.

Menurut mereka, setiap tahun ada perayaan 17 Agustus di kecamatan selalu ada perputaran ekonomi yang baik, namun ditiadakan oleh bupati kupang dan itu sangat merugikan warga kampung.

“Kita hitung saja kalau setiap tahun itu, ada ratusan pedagang di kecamatan satu pedagang punya pemasukan kita taruh rata-rata 5 juta bahkan ada yang lebih, na berarti sudah ada 500 jutaan yang berputar di satu kecamatan, kalaupun 24 kecamatan maka ada miliaran rupiah putaran ekonomi dalam perayaan 17 Agustus, tapi kalau terpusat palingan satu dua orang yang akan mewakili kecamatan yang jauh dari Oelamasi untuk pergi berjualan di expo,”jelas warga.

Warga juga merasa tak berkutik sebab kebijakan datang dari orang nomor satu di kabupaten kupang, tentu saja tak sanggup melawan namun mereka berharap kebijakan ini harus di evaluasi dan dikembalikan ke wilayah kecamatan, agar mereka boleh dapat merasakan pemasukan atau peningkatan UMKM.

“Yah kita tidak bisa berkutik, karena pak bupati itu kepala daerah, tapi kami berharap lihat baik-baik kalau semua terpusat di Oelamasi banyak pedagang di kampung-kampung tidak rasa expo pembangunan UMKM yang digaungkan oleh bupati,” Bebernya.

Sementara warga lain, mengatakan informasi dari berbagai media online bahwa expo kali berikut akan diperpanjang durasi waktu karena ada keberhasilan pembangunan UMKM di Oelamasi, baginya itu sangat menyakitkan hati warga. Sebab mereka merasa bahwa banyak pedagang di kampung-kampung jaraknya jauh dari Oelamasi tidak mendapat akses untuk berjualan di Expo UMKM.

“Yah kita sakit hati, seolah-olah UMKM diperhatikan oleh pemerintah dengan pemberitaan media seperti itu, namun mereka tidak perna tahu kalau banyak pelaku UMKM yang tidak terlibat di Expo Oelamasi, kalau bisa jangan perpanjang waktu tapi dipersingkat dan kembalikan ke kecamatan,” tuturnya.

Dikatakan bahwa setiap perayaan 17 Agustus di wilayah kecamatan selalu ramai, dan warga dari setiap desa berdatangan ke wilayah kecamatan sehingga ada perputaran ekonomi di wilayah kecamatan.

“Kami di kampung sini, biasa setiap masuk Juni- Juli kami mulai tanam sayur untuk persiapan bulan agustus karena rame di kecamatan, selain itu ada juga keripik pisang itu biasa kami jual di lapangan atau di stand pameran,” ujar warga.

Untuk diketahui Pameran dan expo pembangunan UMKM ini menampilkan 154 stand yang dibangun di arena kegiatan.

154 stand tersebut terdiri dari 111 stand UMKM, 24 stand pemerintah kecamatan, 9 stand Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan 10 stand simpatisan.

Kegiatan ini resmi dibuka Bupati Kupang, Yosep Lede di Civic Center Oelamasi, Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Senin tanggal 11 Agustus 2025 dan ditutup pada 20 Agustus 2025 lalu.

Dengan demikian dipastikan banyak UMKM yang tidak diberdayakan sebab kegiatan expo pembangunan UMKM terpusat di satu tempat yang letaknya di kota. Sementara berbagai usaha kuliner, kerajinan tangan pertanian peternakan dan lain-lain di kampung-kampung tak mampu mendapat akses ke Oelamasi yang adalah pusat pemerintahan kabupaten kupang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *