Nobar Piala Dunia dan Diskusi Publik, Mahasiswa STIKUM Bahas Penegakan Hukum serta Penguatan Tata Kelola Program MBG

SUARANTT.COM,- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof. Dr. Yohanes Usfunan, S.H., M.H. sukses menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 pertandingan Brasil melawan Haiti yang dirangkaikan dengan Diskusi Publik dan Konsolidasi Internal Mahasiswa di Aula STIKUM pada Sabtu (20/6).

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh mahasiswa STIKUM sebagai ruang kebersamaan sekaligus forum akademik untuk membahas berbagai isu hukum dan kebangsaan yang sedang berkembang.

Pada sesi diskusi publik, Melianus Alopada dan Raynal Usfunan yang merupakan mantan pengurus organisasi mahasiswa STIKUM hadir sebagai pemantik diskusi. Dalam pemaparannya, Melianus Alopada mengajak mahasiswa untuk melihat proses hukum yang sedang berlangsung terkait Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk komitmen negara dalam memberantas korupsi dan menegakkan prinsip akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Sementara itu, Raynal Usfunan menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis yang memiliki tujuan mulia dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun demikian, menurutnya, tata kelola program tersebut masih memerlukan berbagai pembenahan agar pelaksanaannya dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Kita tidak boleh hanya berhenti pada kritik. Mahasiswa harus mampu memberikan gagasan dan kontribusi pemikiran yang konstruktif agar Program MBG dapat menjadi lebih baik dan benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” ujar Raynal Usfunan.

Dalam sesi diskusi, para peserta yang merupakan mahasiswa hukum turut menyampaikan berbagai pandangan dan catatan kritis terhadap tata kelola kelembagaan BGN. Salah satu isu yang mengemuka adalah perlunya memastikan bahwa struktur organisasi dan jabatan strategis dalam lembaga tersebut diisi oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kapasitas sesuai kebutuhan organisasi.

Meski demikian, forum diskusi juga menyoroti berbagai manfaat yang telah dihasilkan oleh Program MBG. Selain berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, program tersebut dinilai mampu menciptakan peluang ekonomi baru dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua BEM STIKUM, Nayu Ester Tefu, menyampaikan bahwa mahasiswa mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dukungan tersebut harus diiringi dengan perbaikan tata kelola, transparansi, dan pengawasan yang memadai agar program dapat berjalan secara optimal.

“Program MBG memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat. Karena itu, sistem tata kelola dan pelaksanaannya perlu terus diperbaiki sehingga tujuan program dapat tercapai secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, BEM STIKUM berharap mahasiswa hukum dapat terus berperan sebagai kelompok intelektual yang tidak hanya kritis terhadap berbagai kebijakan publik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan rekomendasi yang konstruktif demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik serta pembangunan nasional yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *