SUARANTT.COM,-Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang juga tokoh adat, Hendrik F Bana, SH. menilai langkah pengawasan terhadap peredaran minuman keras (miras) di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan kebijakan penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Menurutnya, pengawasan tersebut bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi muda dan memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.
“Kita semua menyadari bahwa banyak persoalan sosial dan tindak kekerasan berawal dari penyalahgunaan miras. Karena itu, pengawasan dan penertiban menjadi hal yang wajar untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” ujar Hendrik Bana di Kefamenanu Rabu (12/11/2025).
Hendrik F Bana yang juga merupakan calon magister ilmu pemerintahan kerjasama STIKUM dan Universitas Mahendradatta Bali ini mengapresiasi pendekatan yang diambil Kapolda NTT dalam menangani persoalan miras yang dilakukan secara proporsional dan memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat lokal. Menurutnya, sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan tokoh adat sangat penting agar kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Saya melihat Polda NTT cukup bijak dalam langkah-langkahnya. Penegakan hukum tetap berjalan, tetapi tidak menutup ruang dialog dengan masyarakat adat. Ini perlu kita jaga dan dukung bersama,” tegasnya.
Sebagai tokoh adat, Hendrik mengingatkan agar penertiban miras tidak mengabaikan nilai-nilai kultural, terutama terhadap minuman tradisional seperti Sopi yang memiliki tempat tersendiri dalam adat dan ritual masyarakat NTT terkhususnya
“Sopi itu punya nilai budaya, tetapi penggunaannya harus dalam koridor yang benar. Kalau sampai disalahgunakan atau diperdagangkan tanpa aturan, maka kita sendiri yang mencederai maknanya,” tambahnya.
Ia menutup dengan ajakan agar semua pihak berperan aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan tertib tanpa kehilangan jati diri budaya.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Semua elemen masyarakat perlu terlibat agar NTT menjadi daerah yang aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai adatnya,” pungkas Hendrik.







