Menjelang Hari Pers Nasional Wartawan Kabupaten Kupang Gelar Pelatihan Jurnalistik Di SMAN 1 Kupang Tengah

Kupang-suaraNTT.com,Wartawan yang tergabung dalam komunitas jurnalis kabupaten Kupang (Konjak) dan Serikat media siber Indonesia (SMSI) melaksanakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik pada senin (5/2/2024) bertempat di ruang perpustakaan SMA Negeri 1 Kupang Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Pers Nasional dan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang jatu pada tanggal 9 Februari 2024 mendatang.

Adapun peserta kegiatan yang hadir adalah anak-anak kelas 1 sampai kelas 3 jurusan bahasa di SMA N 1. Kupang Tengah yang didampingi guru bahasa Indonesia.

Jermi Mone salah satu Nara sumber dalam pelatihan ini menyampaikan bahwa untuk menjadi jurnalis yang baik, diperlukan proses pengumpulan data sebelum mulai menulis suatu berita supaya isi berita valid dan relevan.

Selain itu untuk menjadi penulis, diperlukan juga imajinasi supaya bisa menjangkau segala hal tetapi harus sesuai dengan data yang ada di lapangan sehingga menghasilkan karya yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Apabila kebingungan  saat membuat berita,  kata dia penulis harus mencari sesuatu yang yang menarik, berbeda, dan kontroversial di lingkungan sekitar.

Menjadi penulis juga harus jujur agar hasil yang diciptakan bisa bermanfaat dan dapat menjadi acuan ke depannya dalam mencari sebuah solusi. Banyak manfaat dari menulis diantaranya yaitu bisa menjangkau dunia, naik pangkat, dan lain sebagainya. Pria yang berkarir sebagai jurnalis di media Balinews.id ini berharap agar para peserta tidak pernah berpikir bahwa tulisan yang dibuat jelek karena apabila tulisan tersebut digabungkan sedikit demi sedikit, maka akan menemukan korelasi antara satu dengan lainnya.

“Sebelum menulis, pastikan harus membaca terlebih dahulu hal-hal yang berkaitan” kata Jermi Mone saat memaparkan materinya, Senin (5/2/2024).

Wartawan dari kabarindependen.com ini menjelaskan jurnalistik itu sebenarnya asik karena dapat mengkaji semua hal yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Di mana jurnalisme adalah keseluruhan proses penyusunan fakta, penyuntingan, dan publikasi sebuah karya. Sebuah tulisan dikatakan jurnalisme apabila sebuah data terlebih dahulu di reporting, selanjutnya editing, dan yang terakhir adalah dipublikasi. Produk dari jurnalisme di antaranya seperti media massa, media cetak, dan media online saat ini.

“Suatu karya bisa disebut sebagai produk jurnalisme apabila terdapat data atau informasi yang penting,” paparnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan secara rinci terkait dengan teknik penulisan dalam jurnalistik.
Dalam menulis sebuah berita ada 3 struktur penting yang harus diperhatikan, yakni judul, kepala berita, dan body berita.

Judul adalah suatu hal yang paling menarik sehingga disebut mahkota berita yang menentukan ketertarikan pembaca pada berita tersebut. Struktur selanjutnya adalah kepala berita (lead) yang harus memiliki komponen what, where, when, dan who (5W 1H) sehingga dapat menjelaskan awal dari berita tersebut.

Untuk struktur yang terakhir adalah badan berita (body news) yang merupakan suatu hal yang paling penting dan berisi data-data atau informasi yang menarik tentang berita tersebut.

“Dalam proses menulis sebuah berita terdapat beberapa metode, apabila diperlukan cepat maka judul terlebih dahulu dibuat sebelum lead dan body news tetapi apabila terdapat waktu luang bisa menulis lead terlebih dahulu selanjutnya menulis body news dan terakhir menentukan judul berita serta tahapan terakhir adalah proses editing,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga diselingi dengan pelatihan peliputan dan pembuatan berita yang merupakan produk dari jurnalisme, bukan hanya sekadar penyampaian teori saja tetapi lansung dipraktekkan oleh semua peserta.

Setelah pemateri pertama Jermi Mone dari kabar independen wartawan lain juga secara bergantian memberikan edukasi tentang cara menulis dan menerbitkan berita. Masing-masing peserta pun ditugaskan untuk menulis berita tentang kegiatan pelatihan jurnalistik dan diberi kesempatan untuk memaparkan hasil tulisannya secara bergantian.

Sementara ketua SMSI kabupaten Kupang Makson Saubaki mengatakan kegiatan pelatihan penulisan berita di SMA N 1. Kupang Tengah sengaja di inisiasi untuk memperkuat majalah dinding yang dimilikinya.

Selain itu menurutnya sasaran kegiatan ditujukan kepada siswa/siswi SMA karena mereka ada di masa persiapan diri untuk lanjut ke perguruan tinggi sehingga dengan kegiatan jurnalistik tersebut bisa memberi sedikit gambaran terkait jurusan apa yang akan dipilih saat masuk kuliah.

Ditambahkan Makson Saubaki, bahwa di momentum hari pers Nasional ini komunitas jurnalis kabupaten Kupang dan organisasi serikat media siber Indonesia SMSI kabupaten Kupang ingin memberi edukasi kepada anak-anak sekolah terkait pemberitaan informasi.

Makson mengatakan minimal ada gambaran di benak siswa agar mampu memberikan informasi terkait peristiwa di sekitar lingkungannya tepat dan akurat kemudian ada unsur 5W + 1 H agar penerima informasi memahami dengan muda.

“Kalau ada peristiwa di sekitar mereka paling tidak dong bisa kasih informasi yang akurat karena ada pemahaman soal pemberitaan.”ujarnya.

Kepala sekolah SMA N 1. Kupang Tengah Emma Nenobais memberi apresiasi dan ucapan terimakasih atas edukasi dan pelatihan jurnalistik yang di lakukan oleh wartawan kabupaten Kupang di sekolahnya.

Ket Foto. Emma Nenobais,S.Pd kepala sekolah SMA Negeri 1 Kupang Tengah
Emma Nenobais,S.Pd kepala sekolah SMA Negeri 1 Kupang Tengah

Menurutnya kegiatan positif seperti ini akan mengubah pola pikir anak didik, sehingga dirinya berharap kegiatan seperti ini harus terus di lakukan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.

“Saya berterimakasih sekali kegiatan ini luar biasa, nilai positifnya tinggi sekali jadi kalau bisa terus dilakukan, kami dari sekolah siap untuk fasilitasi mungkin kita bisa ke pantai agar apa yang mereka lihat di pantai apa yang mereka rasakan bisa di rangkai semua dalam sebuah berita.”tutur Emma.

Emma Nenobais juga mengucapkan selamat kepada para wartawan, karena akan merayakan hari pers nasional.

“Walaupun belum sampai karena tanggal 9 baru hari HPN tapi saya ucapkan selamat hari ulang tahun pers, semoga di momentum hari pers nasional ini para wartawan boleh semangat memberikan informasi yang mengedukasi.”ucapnya.

Hadir dalam pelatihan jurnalistik Wartawan TVRI Kris Poto, Wartawan AFB TV Klemens Funit, wartawan Pos Kupang Rian Tapehan, pimpinan redaksi, wartawan Timex Ais, pimpinan Kabarindependen.com Jerimi Mone, pimpinan redaksi kupangberita.com Makson Saubaki, pimpinan redaksi Mikannews.com Sandominggo, pimpinan redaksi Atlasnews.id Him Mone, pimpinan redaksi suaraNTT.com Melianus Alopada.

Laporan: Mr. Alopada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *