SUARANTT.COM,-Warga desa Oebelo, beberkan fakta dugaan proyek sumur BOR tahun anggaran 2024 dengan anggaran sebesar 127 juta yang diduga belum memberi dampak bagi warga desa Oebelo.
Dalam investigasi tim media suara ntt, pada kamis 19 Maret 2026, terpantau sumur BOR dengan anggaran fantastik itu belum dimanfaatkan oleh masyarakat sejak proyek tersebut selesai dikerjakan pada tahun 2024 lalu.
Menurut informasi, kepala desa Marthen Halla,SH baru rencana memperbaiki kembali di bulan panas atau pertengahan bulan 2026. Namun karena ada laporan dan menjadi perbincangan warga di berbagai grup whatsApp warga desa Oebelo sehingga kepala desa mendatangi lokasi proyek sumur BOR dan bersama warga yang mengelola untuk mencari jalan keluar.
Simon Mage warga Dusun II Desa Oebelo kecamatan kupang tengah kabupaten kupang yang berada di lokasi sumur BOR sekaligus yang mengelola Sumur Bor tersebut mengatakan selama ini memang sumur BOR belum dimanfaatkan oleh semua masyarakat sejak selesai dikerjakan.
Simon Mage juga membeberkan, selama ini tidak diperhatikan namun setelah ada laporan warga kepala desa Oebelo mendatangi dirinya untuk bersama-sama melihat proyek sumur BOR tersebut dan berupaya memperbaiki.
Dirinya juga mengungkap bahwa ia mengeluarkan uang pribadi untuk membeli panel listrik sebesar 350 ribu, sebab panel listrik milik pemerintah desa sudah rusak tanpa diketahui penyebabnya sehingga ia lansung membeli panel baru namun hasilnya juga sama belum bisa digunakan untuk masyarakat karena kondisi air yang keluar belum normal.
”Panel ini b baru beli pake uang pribadi, 350 ribu karena yang pertama dari Desa punya ada rusak, tapi sama sa, “ujarnya.
Ia mengatakan setelah beli ganti panel listrik, ternyata bukan panel tersebut yang rusak tetapi karena terminal masih numpang dirumah warga sehingga terkendala di daya listrik hingga terjadi kebakaran pada terminal.
”Ternyata bukan panel yang rusak, terminal masih numpang di rumah (rumah warga) terminal tabakar jadi daya sonde (tidak) bisa angkat jadi beta pikir rusak,”bebernya lagi.
Selain itu Ia juga mengungkap, proyek instalasi pipa untuk mendukung irigasi air ke remah warga juga belum selesai sebab baru 5 rumah yang dipasang keran.
Sementara ketua Tim pelaksana Kegiatan TPK desa Oebelo pada proyek tersebut sudah dikonfirmasi namun belum bersedia memberi keterangan karena ada kesibukan dalam urusan keluarga. Jika sudah dijumpai akan diberitakan pada edisi berikut.

