Ketua Presidium Pusat PMKRI Apresiasi Dukungan Semua Pihak dalam Pembukaan Kongres Nasional

SUARANTT.COM,-Ketua Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Susana Florika Marianti Kandaimu, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kongres dan Musyawarah Pimpinan Anggota (MPA) PMKRI di Kabupaten Manggarai.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Susana dalam sambutannya pada seremoni pembukaan Kongres dan MPA PMKRI yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Pastor Moderator Presidium Pusat PMKRI, para Moderator PMKRI se-Indonesia, Dewan Pertimbangan Presidium Pusat, alumni PMKRI, Forkorma, Patria, pimpinan lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah, tokoh agama, organisasi kepemudaan, media, serta delegasi PMKRI dari seluruh Indonesia.

Menurut Susana, suksesnya penyelenggaraan Kongres tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang telah memberikan perhatian, kerja sama, dan kontribusi nyata sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai, anggota DPR RI Beni K. Harman, Senator DPD RI Angelo Wake Kako, Pastor Moderator, para moderator PMKRI, para alumni, panitia, sponsor, aparat keamanan, tenaga kesehatan, media massa, relawan, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya Kongres ini,” ujarnya.

Selain itu adapula tamu dari kanca nasional yakni ketua-ketua Cipayung plus , Para Narasumber nasional. Perwakilan dari Menko AHY serta ormas-ormas Katolik Nasional yang hadir

Susana menegaskan bahwa dukungan tersebut menjadi bukti kuatnya semangat kolaborasi dalam mendukung proses kaderisasi dan penguatan peran PMKRI sebagai organisasi mahasiswa yang terus berkontribusi bagi Gereja dan bangsa.

Selain menyampaikan apresiasi, Susana menegaskan bahwa Kongres dan Musyawarah Pimpinan Anggota PMKRI merupakan momentum strategis untuk mempertegas arah pembangunan nasional menuju Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan.

“Kongres ini bukan hanya tentang memilih pemimpin baru. Kongres ini adalah momentum untuk melahirkan gagasan-gagasan besar, memperkuat persatuan organisasi, dan mempertegas komitmen pengabdian kepada bangsa,” tegasnya.

Mengusung tema “Mempertegas Arah Pembangunan Nasional Menuju Indonesia yang Berdaulat dan Berkeadilan,” PMKRI memandang pembangunan nasional harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat secara menyeluruh, tidak semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik.

Menurut Susana, Indonesia yang berdaulat adalah negara yang mampu mengelola sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memiliki posisi yang bermartabat di tingkat internasional.

Sementara itu, Indonesia yang berkeadilan harus mampu menghadirkan pembangunan hingga ke daerah terluar, melindungi hak-hak masyarakat adat, memberikan perhatian kepada kelompok rentan, serta menjamin akses yang setara terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan keadilan hukum.

Ia menambahkan, sebagai organisasi mahasiswa, PMKRI memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional.

“Kritik yang dibangun PMKRI harus didasarkan pada data, kajian ilmiah, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat. Di saat yang sama, PMKRI juga harus mampu menawarkan solusi, gagasan, dan inovasi sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Susana mengajak seluruh peserta Kongres menjaga semangat persaudaraan, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, menghormati perbedaan pendapat, serta menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi, Gereja, dan bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *