PMKRI CABANG KUPANG RESMI DILANTIK, CLARA YUNITA TEFA AJAK KADER TERLAHIR KEMBALI MELALUI SEMANGAT PEMBENAHAN DAN PERJUANGAN

SUARANTT.COM,-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius periode 2026/2027 resmi dilantik pada Kamis, 5 November 2026.

Rangkaian pelantikan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Moderator PMKRI Cabang Kupang, Romo Hironimus Taolin, Pr.

Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan kembali arah perjuangan PMKRI bagi Gereja dan Tanah Air.

Dalam momentum tersebut, Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Clara Yunita Tefa, mengangkat tema “Terlahir Kembali” sebagai refleksi atas perjalanan sejak awal pencalonan hingga memasuki kepemimpinan organisasi.

Menurut Clara, terlahir kembali bukan sekadar refleksi pribadi, melainkan awal dari sebuah ziarah iman, pertobatan yang terus-menerus, serta kehidupan yang senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus.

Nilai-nilai tersebut, katanya, harus menjadi fondasi sekaligus motor penggerak bagi setiap kader dalam menjalankan perannya, baik di tengah Gereja maupun masyarakat.

Melalui tema tersebut, Clara berharap seluruh kader PMKRI memiliki keberanian untuk terus berbenah, berubah, dan memperbarui diri, baik secara personal maupun organisatoris.

Ia juga menyoroti situasi bangsa yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian sosial-ekonomi, dinamika politik yang kian memanas, hingga berbagai persoalan ketidakadilan yang masih terjadi di tengah masyarakat.

Dalam situasi tersebut, kader PMKRI dituntut untuk tidak tinggal diam, tetapi harus hadir sebagai garda terdepan dalam membela kaum tertindas.

Clara menegaskan pentingnya menghidupi prinsip Preferential Option for the Poor atau keberpihakan kepada kaum miskin. Prinsip tersebut, menurutnya, harus diwujudkan melalui keberpihakan nyata kepada mereka yang paling lemah, miskin, dan tertindas dalam berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun politik.

Namun, sebelum melangkah lebih jauh dalam perjuangan sosial, ia menilai pembenahan internal merupakan hal mendasar yang harus menjadi perhatian bersama. Pembenahan tersebut mencakup tubuh organisasi, anggota aktif, hingga hubungan dengan para senior dan alumni.

“Bagi saya, PMKRI adalah pohon yang sejuk bagi banyak orang untuk berlindung. Karena itu, jangan biarkan pohon ini menjadi gersang. Gersang karena kurang perhatian, karena saling sikut-menyikut, serta karena hilangnya kepekaan dan semangat fraternitas,” ungkap Clara.

Ia mengajak seluruh kader, fungsionaris, senior, dan alumni untuk kembali menyatukan semangat, memperkuat persaudaraan, serta membangun kesadaran kolektif demi mewujudkan PMKRI yang lebih baik.

Pastor Moderator Tekankan Kerja Nyata, Kedisiplinan, dan Kolaborasi
Pastor Moderator Tekankan Kerja Nyata, Kedisiplinan, dan Kolaborasi

Dalam sambutannya, Pastor Moderator PMKRI Cabang Kupang, Romo Hironimus Taolin, Pr., menekankan pentingnya kerja nyata bagi seluruh Dewan Pimpinan Cabang yang baru dilantik.

Ia mengingatkan agar setiap presidium sekurang-kurangnya melaksanakan satu kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab atas jabatan dan kepercayaan yang telah diberikan.

Menurutnya, kepengurusan organisasi tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur dan pencantuman nama dalam jabatan semata. Setiap presidium harus mampu menerjemahkan tanggung jawabnya ke dalam program dan kegiatan konkret yang memberikan dampak bagi organisasi.

Romo Hironimus juga menegaskan pentingnya kedisiplinan bagi seluruh anggota aktif PMKRI, terutama dalam mengikuti setiap agenda dan menjalankan tanggung jawab organisasi.

Selain itu, ia mendorong PMKRI Cabang Kupang untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh elemen Cipayung di Kota Kupang, organisasi kepemudaan (OKP) lokal, serta Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK).

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar PMKRI dapat memperkuat gerakan bersama dalam memperjuangkan keadilan dan menyuarakan kepentingan masyarakat yang mengalami ketidakadilan.

Dorong Pembangunan Marga Juang dan Kedewasaan Kader

Dalam kesempatan yang sama, Apolinaris Mau selaku Ketua Presidium Terterminasi atau Ketua Presidium Demisioner PMKRI Cabang Kupang menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat melanjutkan pembenahan organisasi melalui kerja nyata.

Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah mewujudkan pembangunan Marga Juang PMKRI.

Ia berharap pembangunan Marga Juang mendapat perhatian serius dari kepengurusan baru sebagai bagian dari upaya memperkuat keberadaan, identitas, dan ruang perjuangan PMKRI Cabang Kupang.

Sementara itu, Ketua GMNI Cabang Kupang, Jaqson Markus, dalam sambutannya turut menegaskan pentingnya menjaga semangat kolaborasi antarorganisasi Cipayung.

Ia berharap PMKRI tetap membangun komunikasi dan kerja sama dengan organisasi Cipayung di Kota Kupang, OKP lokal, serta KMK dalam merespons berbagai persoalan sosial dan memperjuangkan keadilan.

Pesan serupa disampaikan Iqnas Jani Jadi yang mewakili senior dan alumni PMKRI Cabang Kupang. Ia mengingatkan bahwa setiap kader harus mampu menunjukkan kedewasaan dalam menjalani dinamika organisasi.

Menurutnya, PMKRI merupakan wadah pembentukan dan pencetakan kader. Karena itu, setiap anggota harus menjadikan dinamika organisasi sebagai ruang pembelajaran untuk membangun karakter, kedewasaan berpikir, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Aloysius Min selaku Ketua Dewan Pertimbangan PMKRI Cabang Kupang turut mempertegas berbagai pesan yang telah disampaikan sebelumnya.

Ia secara khusus menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam setiap pelaksanaan kegiatan organisasi.

Baginya, kedisiplinan waktu bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab organisasi yang memiliki dampak langsung terhadap proses pembinaan dan kaderisasi.

Keterlambatan dalam pelaksanaan kegiatan, menurutnya, dapat berimbas pada terhambatnya proses kaderisasi dan berbagai agenda penting organisasi.

Karena itu, ia berharap seluruh pengurus dan anggota aktif dapat membangun budaya disiplin, menghargai waktu, serta menjalankan setiap agenda organisasi secara bertanggung jawab.

Pelantikan Bukan Sekadar Seremoni, tetapi Awal Pembenahan dan Perjuangan

Berbagai pesan yang disampaikan dalam momentum pelantikan tersebut menjadi penegasan bahwa kepengurusan PMKRI Cabang Kupang periode 2026/2027 tidak hanya dituntut untuk menyusun dan menjalankan program kerja.

Lebih dari itu, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk memperkuat fondasi organisasi melalui kedisiplinan, kerja nyata, kedewasaan kader, kolaborasi, serta keberpihakan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Momentum pelantikan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni pergantian kepengurusan, tetapi menjadi titik awal pembaruan semangat, integritas, dan komitmen perjuangan seluruh kader PMKRI Cabang Kupang.

Terlahir kembali, berbenah bersama, dan terus berpihak kepada mereka yang tertindas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *