Mahasiswa STIKUM Pasang Papan Informasi di Lelogama Sebagai Bentuk Gerakan Sadar Wisata

Kupang-suaraNTT.com,-Mahasiswa Sekolah Tunggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof.Dr. Yohanes Usfunan,SH MH melaksanakan gerakan sadar Wisata di lokasi wisata alam Lelogama, kecamatan Amfoang Tengah Kabupaten Kupang. Senin (22/01/2024).

Gerakan sadar wisata ini difasilitasi oleh Mahasiswa semester 1 STIKUM yang kemudian melaksanakan gerakan sadar wisata atau gerakan peduli lingkungan melalui pemasangan papan larangan membuang sampah  di area wisata lelogama. Pemasangan papan dilakukan bersama dengan aparat keamanan di wilayah Amfoang Tengah.

Ketua tingkat semester 1 angkatan ke- 5  STIKUM Charles Funan mengaku kondisi disekitaran wisata alam Lelogama yang sering dikunjungi wisatawan lokal ini  banyak sampah yang bertebaran.

Dikatakan Charles gerakan peduli lingkungan ini merupakan suatu bentuk kepedulian mahasiswa yang kemudian bekerjasama dengan aparat keamanan setempat untuk melakukan kegiatan pemungutan sampah dan  Pembuatan papan informasi yang melarang pengunjung untuk membuang sampa sembarangan.

Sebuah papan dengan ukuran panjang 100 lebar 150 cm.  Bertuliskan “Dilarang Membuang Sampah sembarangan”. Kemudian dilanjutkan lagi dengan tulisan bahwa wisata alam tersebut akan terlihat apabila kebersihannya di jaga.

Pemasangan papan ini bertujuan menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan diwilayah nusa tenggara timur-NTT.

Menurut cha, dengan adanya pemasangan papan ini harapannya seluruh warga bisa menjaga kebersihan lingkungan wisata alam yang ada di Lelogama. Selain itu, warga juga bisa membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya karena merupakan bagian dari mencintai lingkungan.

Pemungutan sampah di wisata alam Lelogama oleh Mahasiswa STIKUM dan Aparat Kepolisian

Setelah memasang papa informasi, para mahasiswa bersama aparat keamanan pun melakukan pemungutan sampah, yang bertebaran di sekitar wisata lelogama.

Sementara Dony Kainara selaku ketua BEM STIKUM di tempat terpisah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan tersebut, menurutnya kegiatan positif yang dilakukan oleh mahasiswa semester 1 STIKUM layak mendapatkan apresiasi sebab dalam segalah kesibukannya mahasiswa masih menyempatkan waktu untuk peduli dengan lingkungan.

Pemungutan sampah, disekitaran wisata alam Lelogama

” Betul tadi siang ada kegiatan pembersihan di tempat wisata alam Lelogama. Luar biasa gerakan sadar wisata yang dilakukan mahasiswa STIKUM,  memang kebersihan lingkungan itu sangat penting apa lagi wisata alam harus kita jaga kebersihan” ujar Pria yang akrab disapa Dony.

Dony berharap kedepan kampus Stikum bisa bekerja dengan lembaga terkait dalam pengembangan lingkungan hidup.

Dia menambahkan semangat mahasiswa mencintai lingkungan harus dilihat sebagai peluang pengembangan lingkungan hidup di daerah NTT, mahasiswa masih terkendala dengan akomodasi atau akses untuk bergerak menjaga lingkungan hidup sehingga perlu adanya kerjasama dari dinas-dinas terkait seperti dinas pariwisata dan lingkungan hidup.

“Kita mahasiswa butu kerjasama dengan dinas terkait, agar kita bisa melakukan hal yang lebih besar dalam menyatakan rasa cinta kita terhadap lingkungan.”tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *