KSN PP PMKRI St. Thomas Aquinas 2026 Mengusung Tema, Ketahanan Pangan dan Keadilan Ekologi Menuju Indonesia Maju

SUARANTT.COM,-Konferensi studi Nasional KSN Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia PMKRI St. Thomas Aquinas merupakan ruang pembinaan formal bagi warga PMKRI secara nasional.

‎Kegiatan ini dilaksanakan satu kali dalam periodesasi kepengurusan dibawa tanggungjawab pengurus pusat PMKRI presidium pendidikan dan kaderisasi.

Ket foto. Barisan PP PMKRI St. Thomas Aquinas periode 2024-2026
Ket foto. Barisan PP PMKRI St. Thomas Aquinas periode 2024-2026

‎Untuk periode kali ini, Susana Kandaimu sebagai ketua Presidium PP PMKRI St. Thomas Aquinas dan Marianus Humau sebagai presidium pendidikan dan kaderisasi menggelar KSN di kabuaten Bogor provinsi Jawa Barat.

‎Dalam Laporan kegiatan ketua panitia Yusuf Alfrenoldi Todi mengatakan pembangunan nasional menuju Indonesia emas 2045 menuntut sinergi anatara pertumbuhan ekologis ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.

‎Yusuf mengatakan ditengah bonus demografi Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat sumber daya manusia SDM dan meningkatkan produktifitas ketimpangan nasional. Namun tantangan seperti ketimpangan akses sumberdaya petani dan dampak perubahan iklim masih perlu dijawab bersama. Oleh karena itu pembangunan harus berlandaskan keadilan ekologis dan berkelanjutan dengan keberpihakan pada masyarakat kecil serta penguatan ekonomi lokal.

‎”Melalui Konferensi Stdui Nasional PMKRI di kota Bogor dengan tema ‘kedaulatan pangan dan keadilan ekologis menuju Indonesia maju’ kami berharap forum ini menjadi ruang dialog yang produktif dalam melahirkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang nyata, “ujar Yusuf biasa ia disapa.

‎Sementara tuan rumah, ketua Presidium dewan pimpinan cabang DPC PMKRI cabang Bogor St. Joseph A Cupertino, Issac Frigu De Quirino dalam sambutanyua memberi ucapan selamat datang kepada semua anggota PMKRI dari berbagai cabang di Indonesia, dan juga pemgurus pusat serta Dewan pertimbangan PMKRI Pusat yang telah hadir bersama.

‎Ia mengawali sambutannya dengan mengatakan setiap bangsa yang besar itu memiliki satu fondasi yang kuat. Yaitu kemampuan untuk memberi makan rakyatnya. Dengan memberi pertanyaan sederhana, bahwa apakah Indonesia hari ini sudah berada pada titik itu?

‎”Kita sering bangga dengan menyebut negeri kita adalah negeri agraris, tanah kita subur, laut kita luas, namun setiap tahun saya melihat ada paradoks disana. Kita selalu berbicara soal Impor pangan tetapi saya juga melihat bahwa ada sesuatu yang keliru disana. Bukan tanah kita yang bermasalah, bukan juga petani kita yang malas-malasan tapi yang salah itu cara kita melihat bangsa ini, “ujarnya.

‎Issac Frigu melanjutkan, bahwa pangan diperlakukan sebagai komuditas, kemudian tanah diperlakukan sebagai objek ekploitasi.

‎Padahal kata Issac, pangan itu merupakan kedaulatan dan alam adalah fondasi kehidupan bangsa.

‎”Karena itu ketika kita berbicara tentang kedaulatan pangan dan keadilan ekologis hari ini merupakan tema sangat mendasar, kita bukan hanya berbicara tentang produksi bukan juga berbicara soal distribusi namun kita sedang berbicara martabat bangsa, “tuturnya di Bogor Jawa Barat, Sabtu, (11/04/2026).

‎Paulus Jandwar selaku anggota dewan pertimbangan ADP PMKRI Pusat yang hadir, dalam sambutannya mengatakan PMKRI sampai hari ini masih eksis dengan kehadiran PMKRI dari seluruh Indonesia, dari Indonesia bagian Timur, Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian barat.

‎Sebagai bentuk kecintaannya Paulus Jandwar meninggalkan segala kesibukannya demi menghadiri kegiatan PMKRI, sembari memberi motifasi kepada seluruh kader PMKRI bahwa apa yang terjadi hari ini tidak akan sama dengan yang terjadi hari esok.

‎Mantan ketua presidum PMKRI pusat pada periode 1985-1988 ini juga mengungkap rasa bangga dan apresiasi sebab PMKRI masih eksis sampai hari ini dan menggelar KSN dengan tema yang luar biasa.

‎Ketua Presidium Pengurus Pusat PP PMKRI St. Thomas Aquinas Susana Kandaimu, dalam sambutannya juga memberikan gambaran singkat mengenai tema yang diangkat oleh PMKRI.

‎Dikatakan bahwa tema tersebut, lahir dari pergulatan dan pikiran refleksi kritis serta keprihatinan yang kolektif terhadap bangsa Indonesia.

Ket. foto: Susana Kandaimu Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI saat memberi sambutan dalam Pembukan KSN
Ket. foto: Susana Kandaimu Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI saat memberi sambutan dalam Pembukaan KSN

‎Menurutnya, semua pihak harus menyadari bahwa urusan pangan adalah isu yang paling strategis dan membutuhkan keterlibatan semua pihak termasuk semua peserta KSN.

‎”Kita harus menyadari bahwa urusan pangan adalah urusan kampung tengah “kalau indonesia timur bilang” dialek timur Kampung tengah adalah perut, sehingga urusan pangan adalah urusan perut, dari isu kedaulatan pangan merupakan isu yang strategis dan membutuhkan keterlibatan aktif saya dan teman-teman lewat forum ini, “ungkapnya.

‎Untuk diketahui, kegiatan KSN ini akan berlanjut sejak dibuka hari ini hingga tanggal 15 April 2026 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *