Ketua PP PMKRI St. Thomas Aquinas Resmi Lantik DPC PMKRI Alor, Bonus Demografi Bisa Jadi Tantangan

Berita899 Dilihat

SUARANTT.COM,-Ketua presidium pengurus Pusat (PP) perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Thomas Aquinas Susana Florika Marianti Kandaimu resmi melantik Yando Kami Lagai selaku ketua Mandataris Formatur Tunggal RUAC menjadi ketua presidium dewan pimpinan Cabang DPC PMKRI Alor Viktor pada Sabtu (19/7/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Aula Sekolah Menengah Atas (SMA) Santa Yosep, Jl. Jendral Sudirman Lipa Kalabahi.

Setelah upacara seremonial pelantikan, ketua Demisioner DPC PMKRI Faldo dalam sambutannya mengucapkan limpah terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung secara moril maupun materil selama kepemimpinannya.

Selain itu, Faldo juga berterimakasih atas kehadiran, pengurus pusat ke cabang Alor. Sebab sejak berdirinya PMKRI Cabang Alor baru kali ini ketua pengurus pusat datang lansung ke Alor.

Menurutnya selama kepemimpinan terdapat banyak sekali tantangan namun, dengan semangat 3 benang merah yakni Kristianitas, Fraternitas dan Intelektualitas PMKRI cabang Alor masih bisa menjaga eksistensi untuk berjuang dengan terlibat dan berpihak kepada kaum tertindas.

Faldo berharap kepemimpinan yang baru, bisa tetap menjaga 3 benang merah PMKRI dan terus berjuang sebagai organisasi pembinaan dan pengkaderan serta perjuangan.

“Kita sama-sama jaga dan rawat 3 benang merah PMKRI, untuk kepemimpinan yang baru, selamat menjalankan tugas dan tetap menjaga wada belajar ini,” Ujar Faldo.

Selain itu Ketua DPC PMKRI Terlantik Viktor Yando Kami Lagai, juga berterima kasih kepada pengurus terdahulu yang telah menjaga wadah PMKRI dan terus diwariskan nilai-nilai perjuangan.

Menurut Viktor, kehadiran PMKRI di tanah seribu Moko Alor adalah satu hal yang luar biasa, sebab dari wadah tersebut terjadi pembinaan dan pengkaderan serta perjuangan.

“Kami terus membina diri, membibit kader, untuk menjadi pemimpin masa depan, sebagai organisasi pergerakan kami juga akan terus mengawal dan terlibat dalam setiap proses kehidupan sosial terutama di gereja dan pemerintahan,” Ujar Viktor

Viktor juga tak lupa mengungkap rasa haru dan bangga, sebab dilantik lansung oleh orang nomor 1 PMKRI seluruh Indonesia.

“Jujur ini hal yang sangat membanggakan, karena kaka ketua pusat, bisa datang di cabang kami, kami sangat termotivasi dengan kehadiran kakak Susan, ini akan menjadi sejarah dalam perjalanan organisasi PMKRI Alor,” Ujarnya.

Sementara ketua Presidium pusat (PP PMKRI) St. Thomas Aquinas Susana Kandaimu dalam sambutannya, memberi motivasi dan semangat kepada DPC PMKRI Alor, bahwa harus terus bertumbuh walaupun masih berusia sangat muda. Namun ini bukan soal usia melainkan soal semangat perjuangan.

“Kalau kita di tanah papua, usia 12 tahun itu, dong bilang masih pucuk, masih pucuk itu muda saja dipatahkan, kalau sebuah tumbuhan memiliki akar yang kuat dan pemiliknya terus menjaga dan merawat maka tumbuhan itu akan memberikan buah pada pemiliknya.

Susan meyakini PMKRI Alor ini bukan soal Usia tapi bagaimana semangat dan eksistensi perjuangan dalam berkontribusi.

“Saya yakini, Viktor (Ketua DPC Alor) dan kawan-kawan mampu berkontribusi kepada pemerintah ataupun kepada masyarakat Alor dengan ilmu, kemampuan yang sudah diturunkan oleh senior yang ada, saya juga memberi apresiasi yang tinggi kepada senior, di PMKRI tanpa senior kami tidak bisa berbuat apa-apa ,” Ucapnya.

Susan Kandaimu juga meminta dukungan dari pemerintah dan juga stakeholder lainnya. Sehingga organisasi PMKRI bisa berperan dengan caranya untuk membantu pembangunan di Indonesia secara keseluruhan dan khususnya daerah Alor.

Berkaitan dengan perkembangan zaman dan situasi nasional hari ini, Susan Kandaimu menyebut kita sedang menghadapi arus globalisasi yang luar biasa, dan itu dirasakan oleh semua pihak. Untuk itu PMKRI juga harus mengikuti arah gerak perkembangan Zaman, atau perubahan sosial.

“Rasanya PMKRI juga harus berdampingan dengan kawan-kawan Cipayung untuk terus memberi ide, gagasan dan juga aksi nyata untuk perubahan-perubahan di Indonesia dan juga pasti akan ada perubahan sosial di kabupaten Alor,” Tutur Susan Kandaimu.

Perempuan pertama dari tanah Papua yang menjadi ketua pengurus pusat PMKRI ini, mengatakan perlunya sinergitas antara gereja, pemerintah, Mahasiswa dan akademisi untuk mencapai Indonesia Emas Tahun 2045. Sebab sebelum mencapai Indonesia Emas, akan ada Bonus Demografi yang dimana usia produktif atau usia kerja lebih tinggi dari usia non produktif. Artinya pada momentum itu bisa menjadi peluang sekaligus tantangan tergantung bagaimana persiapan dan kesiapan kita sebagai anak muda.

“Sebagai anak muda dari Indonesia Timur, saya berpikir Bonus Demografi, bisa menjadi Beban Demografi. Kalau kita tidak siap, sebab akan ada banyak usia kerja namun peluang kerja tidak disiapkan, maka negara akan memproduksi pengangguran terbanyak pada masa Bonus Demografi di tahun 3030-2040, kurang lebih 10 Tahun,”bebernya.

Susan Kandaimu, berharap agar ada sinergitas, antara pemerintah dan organisasi cipayung untuk peningkatan sumber daya manusia SDM sebab bangsa ini, apalagi daerah Alor punya potensi alam yang luar biasa, mulai dari pariwisata, pertanian dan perikanan namun perlu dikelola oleh orang-orang yang berkompeten.

“Kita perlu melahirkan kader-kader kompeten untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus menjemput Indsonesia Emas dan itu butuh sinergitas semua pihak, terutama cipayung sebagai organ muda, yang kedepan akan menjadi penentu kebijakan didaerah kita masing-masing, oleh sebab itu perlu ada ruang yang disiapkan pemerintah untuk kita bersinergi,”ungkap Susan Kandaimu.

Ketua pengurus pusat PMKRI, juga menawarkan sejumlah kerja sama yang sementara diupayakan, mulai dari beasiswa S1 dan S2 yang telah melakukan kerjasama dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI), bekerjasama dengan yayasan Eko nusa Foundation, LSM yang bergerak dibidang lingkungan untuk membentuk kesadaran mencintai lingkungan di kalangan anak muda. Jika diperkenankan bisa ada kerjasama antara cipayung untuk bersinergi dalam program lingkungan tersebut.

“Jika berkenan kami juga mohon dukungan, agar teman-teman PMKRI dan juga teman-teman cipayung bisa berkolaborasi dan Eko defender bisa hadir di kabupaten Alor, sehingga mereka juga punya peran untuk membantu lingkungan dan juga pariwisata di kabupaten Alor.

Terkahir Susan berharap agar pemerintah bersinergi dan terus memberikan ruang gerak aktivitas kepada perempuan, sebab perempuan merupakan ujung tombak kehadiran generasi cerdas, oleh karena itu perempuan juga harus diberikan ruang lebih dalam hal peningkatan kualitas Sumber daya manusia SDM.

“Mari kita merangkul, kita memeluk perempuan, ketika perempuan itu bahagia, ketiak perempuan itu memiliki kualitas SDM yang baik, akan hadir generasi Emas dari rahim seorang perempuan yang di cita-citakan negara kesatuan republik Indonesia,”Ucap Susan Kandaimu.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, perwakilan Pemda, Mesakh Blegur yang juga Sebagai Kepala KESBANGPOL, Perwakilan Polres, Perwakilan Dandim, Ketua Pemuda Katolik, WKRI, Senior Perintis, Alumni, Ketua GMNI, Ketua GMKI, Ketua PMII, Ketua IMP2, para Mantan Ketua PMKRI Cabang Alor dan Anggota aktif lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *