SUARANTT.COM,-Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Flobamora GMF, Melianus Alopada menyebut nasib pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja PPPK kini menjadi gejolak nasional, sebab para PPPK diwacanakan akan dirumahkan.
Terkhusus di wilayah NTT, sejak wacana ini dimunculkan oleh gubernur Melkiades Laka Lena lansung direspon publik dengan negatif, sebab dirasa kebijakan ini tak berpihak kepada rakyat.
Bukan saja PPPK yang merasa tidak puas namun dari berbagai kalangan termasuk para aktivis organisasi kepemudaan dan juga aktivis mahasiswa.
Melianus Alopada, salah satu pegiat media sosial sekaligus aktivis oragnisisi menyebut bahwa aktivis harus tetap menjaga kepercayaan publik, ketika bangsa Indonesia dilanda berbagai persoalan. Sebab dengan adanya kepercayaan publik suara-suara aktivis bisa menerobos tembok kekuasaan dan merebut keadilan.
Menurutnya hari ini bukan seberapa lantang aktivis berbicara di jalanan namun seberapa banyak yang mampu menerima dan mempercayai ide dan gagasan yang disampaikan lewat ruang publik.
”Demonstrasi itu ruang main para aktivis, karena itu bukan sekedar panggung pengabdian namun panggung untuk merebut keadilan dari tangan kekuasaan yang serakah, untuk itulah kita sebagai aktivis harus menjaga kepercayaan publik atau menjaga hati publik agar apa yang kita sampaikan dalam dapat diterima dan dipercaya tanpa publik merasa terganggunya,”ungkapnya saat ditemui media, Senin (16/03/2026) di sekretariat GMF.
Melianus Alopada mengatakan bahwa, cara merebut kepercayaan publik adalah tidak mengganggu suasana batin atau perasaan publik di bulan suci ramadhan dan bulan Paskah.
Dikatakan lebih lanjut oleh melianus bahwa , terkadang beberapa aktivis organisasi melihat hari raya sebagai momentum untuk melakukan demonstrasi, dengan harapan akan lebih mendapat atensi dari pihak berwajib, namun tanpa disadari bisa saja meruntuhkan kepercayaan publik terhadap aktivis.
Apalagi kata Melianus, hari raya keagamaan itu sangat sensitif jika dilakukan demonstrasi, sebab semua umat lagi mempersiapkan hati dan batin untuk menghadapi bulan yang suci dan penuh makna.
”Saya bicara dalam konteks ini, kebetulan bulan puasa Ramadhan dan bulan depan masuk bulan Paskah, disaat yang sama terjadi gejolak atas berbagai kebijakan nasional, seperti, Polemik PPPK yang diwacanakan akan dirumahkan, MBG yang penuh kontroversi karena kajian teknis yang tidak maksimal, dan pembungkaman kebebasan berekspresi seprti penyiraman air keras kepada salah satu aktivis, namun saya berharap sebagai aktivis harus tetap menjaga kepercayaan publik jikan ingin menemukan keadilan, maka harus bisa bergerak penuh strategi. Dengan mengatur waktu dan tempat serta suasana yang tepat,”bebernya.
Terakhir Ketua GMF juga mengimbau agar semua pihak, khususnya di NTT bisa menjaga situasi ketertiban masyarakat di bulan puasa ramadhan, dan juga menuju bulan Paskah.
”Yah tentu kita harus menjaga situasi kamtibmas karena itu bukan hanya tugas pihak keamanan tetapi sebagai warga negara yang baik, kita perlu saling menghargai dan menghormati serta menjunjung tinggi nilai toleransi, “ujar Melianus.

