IPELMEN KUPANG MENANTANG ASPROV PSSI NTT: DEBAT TERBUKA & KLARIFIKASI SECARA TRANSPARAN TERKAIT ALASAN YANG TIDAK MASUK AKAL ATAS BATALNYA KABUPATEN ENDE SEBAGAI TUAN RUMAH ETMC 2025.
SUARANTT.COM,-Menanggapi Kongres Biasa secara mendadak yang dilakukan oleh Pengurus ASPROV PSSI NTT yang memutuskan secara sepihak dengan membatalkan Kabupaten Ende sebagai Tuan Rumah ETMC 2025 dan menjadikan Kota Kupang sebagai Tuan Rumah ETMC 2025 pada bulan Oktober mendatang dengan tiga alasan serta pertimbangan yang tidak masuk akal.
Namun Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, baru baru ini menyatakan dengan tegas bahwa Kabupaten Ende saat ini siap menjadi tuan rumah ETMC 2025 yang diadakan pada bulan Oktober mendatang.
Sehingga keputusan sepihak yang dilakukan oleh Asprov PSSI NTT menuai banyak kritikan termasuk dari organisasi mahasiswa di Kupang dalam hal ini Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Ende (Ipelmen) Kupang.
Ketua Umum IPELMEN Kupang Laurensius Kapo menyampaikan bahwa ada mafia sepak bola di tubuh Asosiasi sepak bola NTT.
“Kami menduga adanya manipulatif yang dimainkan oleh mafia mafia sepak bola NTT,” ujarnya.
Laurensius menegaskan bahwa secara organisasi akan mendesak Pengurus ASPROV PSSI NTT untuk segera memberikan klarifikasi.
“secara Organisasi, Keluarga besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Ende (IPELMEN) Kupang mengecam keras Profesionalisme Pengurus ASPROV PSSI NTT dengan menantang Debat Terbuka dalam kurun Waktu dua kali 24 Jam serta melakukan klarifikasi yang relevan terkait kongres biasa ini sebab keputusan sebelumnya yang ditetapkan Kabupaten Ende sebagai Tuan Rumah ETMC 2025 merupakan Keputusan yang Mutlak melalui Kongres” Beber Domel sapaan akrabnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Asprov NTT.







