Anak SMA di NTT Idolakan Artis Bok*p Saat Lulus, PMKRI Sebut Dinas P&K Gagal Total

SUARANTT.COM, -Fenomena perayaan kelulusan siswa SMA dan SMK di Nusa Tenggara Timur pada 4 Mei 2026 menuai sorotan publik. Sejumlah siswa diketahui mengekspresikan euforia kelulusan dengan menggambar figur yang diduga berkaitan dengan konten dewasa.

Aksi tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak yang mempertanyakan efektivitas pembinaan karakter di lingkungan pendidikan.

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang menilai fenomena ini sebagai sinyal serius yang perlu segera ditanggapi oleh pemangku kebijakan pendidikan.

Perwakilan PMKRI Kupang, Yido Manado, menyebut kejadian tersebut sebagai bentuk kemunduran dalam pembinaan moral generasi muda.

“Ini menjadi tamparan bagi dunia pendidikan, anak-anak SMA Idolakan artis Bok*ep padahal ada anggaran besar yang digelontorkan, tetapi output yang terlihat justru memunculkan pertanyaan soal karakter siswa,” ujarnya.

Menurutnya, isu moral dan karakter seharusnya menjadi fokus utama, terutama dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional. Namun, yang terjadi di lapangan dinilai lebih mengarah pada euforia tanpa substansi.

PMKRI juga menyoroti pola perayaan di sejumlah sekolah yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai kebangsaan.

“Momentum seperti ini seharusnya diisi dengan penguatan nilai nasionalisme, bukan sekadar hiburan yang tidak memiliki makna edukatif,” tambahnya.

Lebih lanjut, PMKRI menilai fenomena tersebut tidak bisa dilepaskan dari lemahnya pengawasan serta pembinaan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Organisasi ini pun mendesak Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan, terutama dalam aspek pembentukan karakter siswa.

PMKRI juga meminta Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, untuk mengambil langkah tegas guna merespons fenomena tersebut.

“Ini tidak bisa dianggap biasa. Harus ada langkah konkret agar tidak berdampak lebih luas terhadap generasi muda di NTT,” tegas Yido.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi yang telah disampaikan oleh tim media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *