SUARANTT.COM,-Sebanyak 15 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Nusa Cendana (UNDANA), menggelar Seminar Pemulihan Ekonomi Pascabencana Gempa Tektonik sekaligus meluncurkan program DANGA KREEN (Kreatif Entrepreneur) di Kelurahan Danga, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pendataan dan observasi lapangan yang dilakukan mahasiswa selama 18 hari terhadap 126 pelaku usaha di Kelurahan Danga.
Hasil pendataan menunjukkan sejumlah persoalan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pascabencana. Persoalan tersebut meliputi keterbatasan modal, menurunnya daya beli masyarakat, berkurangnya aktivitas penjualan, hingga kebutuhan pendampingan dan pemulihan semangat berwirausaha.
Lurah Danga, Yohanes Lado, dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKNT FEB UNDANA yang telah menghadirkan kegiatan berbasis kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan dampak positif melalui pendataan usaha, pemetaan permasalahan, serta upaya menghubungkan pelaku UMKM dengan pemerintah dan lembaga perbankan.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Kelurahan Danga. Apresiasi juga disampaikan atas peluncuran program DANGA KREEN sebagai wadah pengembangan kreativitas dan semangat kewirausahaan generasi muda.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa program, tetapi juga menjadi awal kebangkitan ekonomi pascabencana dan semangat kewirausahaan generasi muda Kelurahan Danga agar bisa sukses di bawah 30 tahun,” ujarnya.
Koordinator Mahasiswa KKNT Manajemen FEB UNDANA, Bela S.N. Sau, menjelaskan bahwa seminar tersebut diselenggarakan berdasarkan hasil pemetaan persoalan yang ditemukan langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mempertemukan kebutuhan pelaku UMKM dengan program pemerintah dan layanan perbankan. Selain itu, seminar tersebut diharapkan dapat mendorong kreativitas dan pengembangan usaha melalui program DANGA KREEN.
“Pengabdian ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi upaya memastikan persoalan UMKM pascabencana mendapat perhatian dan ditindaklanjuti melalui langkah nyata,” jelasnya.
Seminar tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Bank NTT, serta Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diarahkan untuk membahas strategi pemulihan ekonomi, pemberdayaan UMKM, serta perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang terdampak bencana.
Sementara itu, Wakil Koordinator KKNT Manajemen FEB UNDANA, Aleksander Juan Jehuman, menyampaikan bahwa seminar tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi yang diharapkan menjadi bahan tindak lanjut bagi pemerintah daerah dan lembaga perbankan.
Rekomendasi tersebut meliputi pelatihan keterampilan bagi generasi muda oleh Dinas Tenaga Kerja, pendataan dan pendampingan pelaku usaha yang belum memiliki QRIS, serta peningkatan sosialisasi penggunaan sistem pembayaran digital oleh pihak perbankan.
Selain itu, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan diharapkan menghadirkan inovasi program dan pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Rekomendasi lainnya adalah penyelenggaraan program pemulihan psikologis (trauma healing) dan motivasi bagi pelaku UMKM yang mengalami penurunan semangat akibat bencana.
Aleksander berharap seluruh rekomendasi tersebut dapat ditindaklanjuti sehingga hasil seminar tidak berhenti pada diskusi, tetapi benar-benar memberikan kontribusi terhadap penguatan dan keberlanjutan usaha masyarakat.
“Rekomendasi ini bukan sekadar hasil diskusi, tetapi harapan agar pemulihan ekonomi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain menghasilkan rekomendasi, peluncuran DANGA KREEN (Kreatif Entrepreneur) diharapkan menjadi wadah pengembangan kreativitas, inovasi, dan potensi kewirausahaan lokal.
Program tersebut juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara pelaku UMKM, pemerintah, perbankan, dan perguruan tinggi dalam mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT Manajemen FEB UNDANA menghadirkan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berangkat dari kebutuhan dan persoalan nyata di lapangan.
Seminar dan peluncuran DANGA KREEN diharapkan tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan UMKM serta pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana secara berkelanjutan di Kabupaten Nagekeo.
