SUARANTT.COM,-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Mataru menggelar Konferensi Cabang (KONCAB) di Aula Utama SD GMIT Kalunan, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penetapan kepengurusan baru PGRI Kecamatan Mataru.
Konferensi secara resmi dibuka oleh Camat Mataru, Matias Padamou. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada PGRI yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan di wilayah Kecamatan Mataru.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi muda. Karena itu, ia berharap PGRI semakin solid, profesional, serta mampu memperjuangkan kepentingan guru sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.
“Guru adalah pilar utama kemajuan bangsa. Tanpa guru, tidak ada generasi yang cerdas. Di tangan Bapak/Ibu sekalian, masa depan anak-anak Mataru dan Alor pada umumnya dititipkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar konferensi tidak sekadar menjadi forum pemilihan pengurus baru, tetapi dimanfaatkan sebagai momentum untuk menyatukan visi, memperkuat solidaritas, dan membangun kebersamaan di antara para guru.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Alor, Anderias Saitakela, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa Konferensi Cabang merupakan amanat organisasi sekaligus forum tertinggi di tingkat kecamatan untuk mengevaluasi program kerja, melakukan konsolidasi, dan memilih kepengurusan baru yang akan memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.
Dalam arahannya, ia menekankan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian pengurus terpilih.
Pertama, PGRI merupakan organisasi profesi, bukan organisasi politik. Karena itu, seluruh anggota diminta menjaga marwah organisasi dan menjadikan PGRI sebagai rumah besar yang mempersatukan guru tanpa membedakan jenjang pendidikan maupun status kepegawaian, baik ASN maupun tenaga honorer.
Kedua, PGRI harus tetap menjalankan perannya sebagai organisasi perjuangan, terutama dalam memperjuangkan kesejahteraan, perlindungan hukum, serta peningkatan kompetensi guru.
Ketiga, PGRI harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya. Menurutnya, keberadaan organisasi tidak boleh hanya sebatas nama, tetapi harus ditunjukkan melalui aktivitas nyata di tingkat cabang maupun ranting.
“Oleh karena itu, kepada pengurus yang baru saya berpesan, rangkullah semua guru. Bekerjalah dengan tulus. Jalin kerja sama yang baik dengan Camat, UPTD, dan Pemerintah Daerah. Jadilah teladan di sekolah masing-masing,” pesannya.
Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh anggota, PGRI Kecamatan Mataru dapat berkembang menjadi salah satu cabang yang aktif dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Alor.
Sementara itu, Ketua PGRI Kecamatan Mataru terpilih, Daud Simeon Manimaley, S.Pd.Gr., dalam sambutan perdananya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh para kepala sekolah, Kepala UPTD, serta seluruh rekan guru.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut bukan sekadar kehormatan atau kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa PGRI menjadi rumah bersama, wadah perjuangan, pemersatu profesi, sekaligus bagian penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Mataru.
“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran pengurus PGRI Kecamatan Mataru yang baru terpilih dan dilantik, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan serta dukungan yang telah diberikan,” ungkapnya.
Daud juga menekankan bahwa keberhasilan kepengurusan tidak dapat diwujudkan hanya oleh ketua dan jajaran pengurus. Dibutuhkan dukungan, kerja sama, kritik yang konstruktif, serta keterlibatan aktif seluruh anggota.
Karena itu, ia mengajak seluruh guru untuk menghilangkan sekat-sekat pemisah, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama membangun organisasi yang dinamis serta memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Mataru tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Klasis Mataru bersama jajaran, tokoh masyarakat, Kapospol Mataru, Kepala Puskesmas Taman Mataru, Kepala Puskesmas Kalunan, serta sejumlah undangan lainnya.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama pengurus baru, perwakilan PGRI Kabupaten Alor, unsur Muspika, dan seluruh peserta konferensi sebagai penanda dimulainya kepengurusan baru PGRI Kecamatan Mataru.
