Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Ikut Kegiatan Partai Golkar Sambil Memakai Baju Bertuliskan Kermana, Ini Tanggapan Aktivis

SUARANTT.COM,-Terduga pelaku kekerasan seksual dan pengancaman YM yang juga merupakan kader partai Golkar sekaligus anggota DPRD kabupaten Kupang, mengikuti kegiatan partai Golkar jalan santai dalam rangka hari ulang tahun HUT ke-61 di DPD-I partai Golkar NTT menarik perhatian publik.

Kegiatan yang berlangsung di jalan Frans Eda kota kupang, pada Sabtu (18/10/2025) ini diikuti kurang lebih ratusan kader partai Golkar dan juga ribuan masyarakat kota Kupang, sontak menjadi perbincangan publik ketika tersebar sebuah gambar yang menampilkan terduga pelaku kekerasan seksual YM didalam barisan dengan penuh percaya diri mengangkat jempol ke atas. Menariknya lagi YM menggunakan kaos kuning, simbol partai beringin bertuliskan (KERMANA) yang bermakna tanda tanya dalam dialeg Kupang

Hal ini kemudian ditanggapi oleh aktivis organisasi mahasiswa dari Timur Tengah Utara TTU.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Asal Timor Tengah Utara (IMATTU) Kupang Ferdinandes Bana, mengatakan partai Golkar tidak memberi edukasi kepada publik, sebab beberapa kader partai yang sudah terindikasi kasus tetap dibiarkan dan tidak ada sanksi tegas dari partai.

Ferdinandes Mendesak Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi NTT Melkiades Laka Lena tidak hanya fokus pada pendidikan politik, tetapi juga memberikan pendidikan etika dan moral kepada kader-kader partai. Tuntutan ini muncul menyusul dugaan keterlibatan sejumlah kader Golkar dalam berbagai kasus pidana yang meresahkan masyarakat.

Terutama kata Ferdinandes kekerasan seksual yang diduga dilakukan YM seorang anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Golkar harusnya sudah diberi sanksi walaupun hanya sebatas penonaktifan sementara karena kasus ini telah dilaporkan ke DPP Partai Golkar, DPD- I NTT dan DPD II kabupaten Kupang .

“Kehadiran YM di publik dengan penuh percaya diri dan tanpa rasa malu menunjukkan partai Golkar benar-benar gagal dalam memberi pendidikan moral,”ujarnya tegas.

Apalagi kata ketua IMATTU Kupang, bahwa YM menggunakan kaos bertuliskan pertanyaan (KERMANA) atau dalam bahasa baku kenapa. Kalimat ini menurut Ferdinandes YM seolah-olah tidak menghiraukan cibiran publik, dan mengabaikan keresahan publik.

“YM ini su jadi perbincangan publik karena beredar informasi dengan berbagai bukti, tapi macam tidak punya rasa malu,”tutur Ferdinandes dengan wajah kesal.

Selain itu Ferdinandes juga membeberkan beberapa kasus pidana lain yang menyeret kader Partai Golkar NTT, yakni dugaan penelantaran anak dan kasus hukum yang melibatkan mantan Ketua Golkar Kota Kupang, Jonas Salean.

Untuk diketahui Kasus Hukum Jonas Salean mantan ketua Golkar Kota Kupang, telah ditetapkan sebagai tersangka dan Golkar NTT menyiapkan pengacara untuk mendampinginya.

Pelanggaran Hukum Lainnya: IMATTU juga mengacu pada kasus-kasus lain yang mencoreng nama baik partai, seperti pelanggaran moral, tindak pidana, dan perilaku premanisme oleh oknum kader.

Beberapa tuntutan dari IMATTU Kupang yang disampaikan, Ferdinandes Bana: “DPW Partai Golkar NTT tidak boleh hanya memberikan pendidikan politik kepada kader, tetapi juga harus memberikan pendidikan etika dan moral. Kader-kader partai seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan justru terlibat dalam tindakan pidana yang meresahkan.

Lanjut Kata Ferdinandes IMATTU Kupang meminta DPD-I Partai Golkar NTT untuk bersikap tegas, tidak melindungi kader-kader yang terlibat dalam kasus pidana, termasuk kasus kekerasan seksual.

Menurut ketua IMATTU Kupang, pendidikan berkelanjutan mengintensifkan pendidikan etika dan moral kepada kader-kader partai agar tidak hanya memahami politik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

Transparansi dan pertanggungjawaban menjamin proses hukum berjalan transparan dan kader yang bersalah bertanggung jawab atas perbuatannya.

Sorotan Organisasi Mahasiswa Lain

Selain IMATTU, organisasi mahasiswa lain seperti Perhimpunan mahasiswa kabupaten kupang PERMASKKU dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kupang juga telah menyuarakan hal serupa, meminta DPD I Partai Golkar NTT untuk tidak melindungi kader-kader yang tak bermoral.

Tanggapan Partai Golkar

Menanggapi kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh kadernya, Golkar NTT telah menerima berkas laporan dan menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada korban.

Polemik ini menjadi sorotan serius bagi Partai Golkar NTT. Tuntutan dari IMATTU dan organisasi mahasiswa lainnya menunjukkan bahwa masyarakat menuntut integritas dan moralitas dari para pemimpin dan kader partai. DPD1 Partai Golkar NTT diharapkan tidak hanya fokus pada pendidikan politik, tetapi juga pada pembentukan karakter kader yang beretika dan bermoral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *