
Pengurus pusat PP perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia PMKRI Sanctus Thomas Aquinas disambut pemerintah daerah Manggarai Timur dan panitia Konres kali ini penuh makna, bagaimna tidak, semua peserta dari berbagai daerah disambut secara adat atau budaya manggarai.
Usai penyambutan dalam sambutannya, Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Manggarai sebagai tuan rumah penyelenggaraan kongres nasional PMKRI. Ia juga menyemangati seluruh kader agar tetap memiliki optimisme dan cita-cita besar dalam mengabdi kepada gereja maupun bangsa.
“Jangan berkecil hati. Kita mulai semuanya dari yang kecil dan sederhana, tidak apa-apa. Tetap ingat bahwa mimpi kita itu mimpi yang besar untuk Gereja Katolik dan untuk Indonesia. Jalani semua dengan lapang hati,” ungkap Bupati Hery.
Bupati Hery menjelaskan bahwa dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Manggarai terhadap penyelenggaraan Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI didasarkan pada tiga alasan utama. Menurutnya, PMKRI merupakan salah satu representasi penting Gereja Katolik di tingkat nasional sehingga penyelenggaraan kongres perlu didukung agar berlangsung bermartabat dan memberi manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

Sementara ketua PP PMKRI periode 2024-2026 Susana Florika Marianti Kandaimu merespon penyambutan dengan memberi makna bahwa budaya adalah jai diri.
“Maknanya adalah merawat Budaya merupakan akar segala bangsa untuk itu saya Ajak Seluruh Masyarakat Indonesia untuk tetap merawat budaya masing-masing daerah dan manggarai menjadi salah satu daerah di Indonesia yang kenal dengan budaya dan tradisi, ” Budayaku Jati diriku, ujar Susana Florika Marianti Kandaimu saat dimintai keterangan oleh media ini.
Lebih jauh Srikandi kelahiran Papua yang kini menjabat Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI periode 2024–2026, menegaskan bahwa PMKRI merupakan ruang kaderisasi yang sah dan strategis untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas, berjiwa nasionalis, serta memiliki keberpihakan kepada masyarakat.
Untuk diketahui Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas resmi dibuka di Aula Assumpta Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin 20 Juli 2026.
Forum tertinggi organisasi tersebut mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya sejak PMKRI berdiri 79 tahun lalu, kongres diselenggarakan di Kota Ruteng.
Prosesi pembukaan berlangsung khidmat diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne PMKRI. Sekitar 300 delegasi dari bernagai cabang PMKRI di seluruh Indonesia hadir mengikuti pembukaan kongres yang akan menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi untuk periode mendatang.
Ketua PMKRI Cabang Ruteng Sanctus Agustinus, Margareta Kartika, menambahkan bahwa Kongres XXXIV dan MPA XXXIII harus menjadi ruang dialektika yang sehat, produktif, dan visioner. Penunjukan Ruteng sebagai tuan rumah juga menjadi momentum bersejarah yang menjawab penantian panjang kader, senior, dan alumni PMKRI di Manggarai setelah 57 tahun perjalanan PMKRI Cabang Ruteng.
Pembukaan kongres ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Manggarai, sebagai simbol dimulainya secara resmi seluruh rangkaian persidangan yang akan berlangsung di Ruteng.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, perwakilan kepala daerah se-Daratan Flores, pimpinan organisasi kemahasiswaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, alumni PMKRI, akademisi, hingga para pelajar di Ruteng.
