Soroti Dualisme PMKRI Pusat, PMKRI Kupang Serukan MPA Penyatuan

SUARANTT.COM,-Dinamika internal Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di tingkat pusat mendapat perhatian serius dari PMKRI Cabang Kupang. Di tengah munculnya persoalan dualisme kepengurusan PMKRI Pusat periode 2026-2028, PMKRI Kupang menyerukan agar ditempuh mekanisme Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) Penyatuan sebagai jalan keluar untuk mengakhiri perpecahan organisasi.

Seruan tersebut dinilai penting agar persoalan di tingkat pusat tidak berkembang menjadi perpecahan yang lebih luas di antara cabang-cabang PMKRI di seluruh Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI digelar di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 19–25 Juli 2026. Agenda nasional tersebut menjadi forum organisasi untuk membahas berbagai agenda internal sekaligus memilih kepemimpinan Pengurus Pusat periode 2026–2028.

Dalam perkembangan berikutnya, dinamika kepemimpinan di tingkat pusat memunculkan persoalan yang oleh PMKRI Cabang Kupang dipandang perlu diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang mampu mempertemukan seluruh pihak.

Karena itu, PMKRI Kupang mendorong agar MPA Penyatuan menjadi ruang konsolidasi bersama untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.

Ketua PMKRI Cabang Kupang, Apolinaris Mhau, menegaskan bahwa PMKRI memiliki kekayaan nilai yang menjadi identitas sekaligus fondasi perjuangan organisasi, yakni tiga benang merah: Kristianitas, Fraternitas dan Intelektualitas.

Menurutnya, nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai semboyan organisasi, tetapi harus menjadi pedoman dalam menghadapi setiap persoalan internal, termasuk ketika terjadi perbedaan pandangan dalam proses kepemimpinan nasional.

Bagi PMKRI Kupang, perbedaan dalam organisasi merupakan sesuatu yang dapat terjadi. Namun, perbedaan tersebut seharusnya diselesaikan melalui mekanisme organisasi, dialog, persaudaraan dan musyawarah, bukan dibiarkan berkembang menjadi sekat-sekat yang berpotensi memecah kader di berbagai cabang.

“Kekayaan PMKRI yang tidak dimiliki organisasi lain adalah tiga benang merah, yakni Kristianitas, Fraternitas dan Intelektualitas. Karena itu, upaya penyatuan harus menjadi nilai yang diperjuangkan bersama oleh seluruh cabang PMKRI di Indonesia agar organisasi ini tidak terpecah-belah,” ujar Apolinaris.

Seruan MPA Penyatuan tersebut sekaligus menjadi pesan agar persoalan kepemimpinan nasional tidak menggeser tujuan utama PMKRI sebagai organisasi kader dan perjuangan.

PMKRI sendiri dalam penyelenggaraan Kongres dan MPA di Ruteng menempatkan forum tersebut sebagai ruang strategis organisasi. Agenda MPA mencakup pembahasan tata tertib, agenda persidangan, pencabangan, pandangan umum cabang hingga rapat komisi.

Karena itu, PMKRI Cabang Kupang berpandangan bahwa apabila terdapat persoalan yang belum menemukan titik temu, maka mekanisme organisasi harus dikedepankan untuk mencari solusi yang dapat diterima bersama.

MPA Penyatuan bukan semata-mata tentang siapa yang berada di posisi kepemimpinan, tetapi bagaimana seluruh elemen PMKRI kembali berada dalam satu rumah organisasi.

Bagi PMKRI Kupang, penyatuan menjadi penting untuk memastikan bahwa energi kader tidak habis dalam konflik internal. Energi organisasi semestinya dikembalikan pada tugas utama PMKRI: membangun kader yang berintegritas, memperjuangkan kepentingan masyarakat serta mengambil bagian dalam persoalan kebangsaan.

Dengan demikian, seruan MPA Penyatuan bukan sekadar upaya mengakhiri persoalan kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk menguji sejauh mana Kristianitas, Fraternitas dan Intelektualitas benar-benar menjadi nilai yang hidup dalam tubuh PMKRI.

PMKRI Kupang berharap seluruh cabang di Indonesia dapat mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan kelompok dan menjadikan dialog serta mekanisme konstitusional organisasi sebagai jalan penyelesaian.

Sebab, bagi PMKRI Kupang, perbedaan boleh ada, tetapi persaudaraan dan keutuhan organisasi harus tetap dijaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *