Resmi Pimpin PMKRI Atambua Periode 2026/2027, Simplysius Ajak Kader Bergerak Bersama untuk Gereja dan Tanah Air

SUARANTT.COM,-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II resmi melantik Simplysius Imanuel Mau sebagai Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium untuk periode 2026/2027.

Pelantikan dan pengukuhan tersebut berlangsung di Aula Dharma Wanita Betelalenok, Atambua, Kamis (20/8/2026), dengan mengusung tema “Bergerak Bersama, Berdampak Nyata untuk Gereja dan Tanah Air.”

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Belu, Kapolres Belu, unsur Forkopimda Kabupaten Belu, rohaniwan Katolik, senior dan alumni PMKRI, organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, organisasi Cipayung Plus, serta keluarga besar PMKRI Cabang Atambua.

Dalam pidato perdananya, Simplysius menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dan karya PMKRI.

Menurut dia, kepemimpinan tidak boleh dimaknai sebagai kedudukan, tetapi sebagai tanggung jawab, keteladanan dan kesediaan untuk melayani.

“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi merupakan awal dari sebuah amanah untuk melanjutkan perjuangan dan karya PMKRI,” tegas Simplysius.

Ia bersama kepengurusan yang baru juga berkomitmen menjalankan amanah dengan rendah hati, terbuka terhadap kritik, serta bertanggung jawab terhadap setiap keputusan dan program organisasi.

Perkuat Internal dan Kaderisasi
Simplysius mengatakan, kekuatan sebuah organisasi harus dibangun dari internal.

Karena itu, PMKRI Cabang Atambua diharapkan menjadi rumah bersama bagi seluruh kader untuk belajar, berdiskusi, bertumbuh dan mengembangkan kapasitas diri.

Kepengurusan periode 2026/2027 akan memberikan perhatian pada penguatan kaderisasi, pendidikan kader, diskusi dan kajian, pengembangan kapasitas, serta kegiatan sosial.

Ia juga mengajak seluruh kader agar menjadikan perbedaan pandangan sebagai bagian dari dinamika organisasi yang diselesaikan melalui komunikasi, dialog dan fraternitas dengan tetap berpedoman pada konstitusi serta mekanisme organisasi.
Siap Menjadi Mitra Kritis dan Konstruktif Pemerintah

Di tengah kehidupan masyarakat, PMKRI Cabang Atambua menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan daerah.

Peran tersebut akan dilakukan melalui kajian, penyampaian aspirasi, kritik serta gagasan yang konstruktif.

Kepada Pemerintah Kabupaten Belu, Simplysius menegaskan bahwa PMKRI siap membangun komunikasi dan kerja sama yang baik sekaligus menjalankan fungsi sebagai mitra kritis dan konstruktif.

Menurutnya, kritik bukan bentuk permusuhan, melainkan bagian dari kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap daerah dan masyarakat.

Perwakilan FORKOMA PMKRI Belu, Oktavianus Fatin, menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru PMKRI Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II.

Ia mengingatkan seluruh pengurus agar menjaga persaudaraan, kekompakan dan nama baik organisasi.

Menurut Oktavianus, setiap dinamika organisasi harus dihadapi melalui komunikasi yang baik dengan tetap mengutamakan kebersamaan.

Ia juga berharap PMKRI tetap eksis dan aktif dalam berbagai kegiatan serta terus membangun hubungan yang baik dengan Gereja, pemerintah, masyarakat, senior dan alumni.

FORKOMA, kata dia, akan terus memberikan dukungan dan masukan kepada kepengurusan baru dalam menjalankan amanah serta melanjutkan perjuangan PMKRI.

Rohaniwan Katolik yang hadir dalam pelantikan juga mengingatkan PMKRI Cabang Atambua agar terus menjaga eksistensi organisasi sekaligus memperkuat hubungan dengan Gereja.

PMKRI diharapkan tidak hanya aktif dalam kehidupan organisasi, tetapi juga mengambil bagian dalam berbagai karya pelayanan Gereja, terutama dalam pembinaan dan pengembangan kaum muda Katolik.

Untuk itu, hubungan dengan para rohaniwan dan pihak Gereja perlu terus dijaga melalui komunikasi, kerja sama dan keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan Gereja.

Pesan tersebut diharapkan menjadi semangat bagi kepengurusan PMKRI Cabang Atambua periode 2026/2027 untuk terus berkarya tanpa kehilangan identitas sebagai organisasi mahasiswa Katolik yang hadir bagi Gereja dan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, mengatakan amanah yang diberikan kepada pengurus baru PMKRI bukan sekadar kehormatan, tetapi merupakan tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi daerah.

Sebagai generasi muda di wilayah perbatasan, mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Belu.

Vicente mendorong PMKRI agar tidak berhenti sebagai organisasi yang kritis, tetapi mampu menawarkan solusi dan terlibat langsung dalam menjawab persoalan masyarakat.

“Jangan menjadi generasi muda yang hanya pandai mengkritik, tetapi jadilah generasi yang mampu menawarkan solusi. Jangan hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi jadilah pelaku pembangunan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, partisipasi mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat dibutuhkan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Belu yang maju, mandiri dan berdaya saing.

Sebagai organisasi mahasiswa Katolik, PMKRI memiliki tanggung jawab untuk menghidupi nilai Pro Ecclesia et Patria atau demi Gereja dan Tanah Air.

Simplysius menegaskan, nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
PMKRI, kata dia, harus hadir bagi Gereja melalui semangat pelayanan, bagi masyarakat melalui kepedulian, serta bagi bangsa dan tanah air melalui intelektualitas, keberanian dan tanggung jawab.

Menurutnya, dampak nyata dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mendengarkan persoalan masyarakat, memberikan edukasi, melaksanakan kegiatan sosial, menyampaikan kritik yang membangun serta menghadirkan gagasan yang bermanfaat.

“Setiap program organisasi harus memiliki manfaat. Setiap kritik harus memiliki dasar. Setiap perjuangan harus dilakukan dengan cara yang bermartabat. Dan setiap amanah harus dipertanggungjawabkan melalui karya,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Simplysius Imanuel Mau menyampaikan terima kasih kepada Gereja, para romo, senior dan alumni, Pemerintah Kabupaten Belu, Forkopimda, organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, panitia serta seluruh masyarakat yang telah memberikan doa, dukungan dan perhatian kepada PMKRI Cabang Atambua.

Barisan DPC PMKRI Cabang Atambua periode 2026-2027
Barisan DPC PMKRI Cabang Atambua periode 2026-2027

Pelantikan tersebut menjadi awal bagi kepengurusan PMKRI Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II periode 2026/2027 untuk melanjutkan perjuangan dengan semangat persaudaraan, pelayanan dan pengabdian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *