Bawa Bantuan Rp4,5 Miliar, Dedi Mulyadi Tiba di Labuan Bajo: “NTT, Kami Datang”

SUARANTT.COM,-Solidaritas antardaerah kembali ditunjukkan dalam penanganan bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (21/8/2026), membawa bantuan kemanusiaan senilai Rp4,5 miliar untuk warga terdampak gempa di Flores.

Kedatangan Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM tersebut bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan dukungan dari Jawa Barat dapat menjangkau langsung masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi didampingi Wali Kota Depok Supian Suri. Bantuan Rp4,5 miliar yang dibawa merupakan gabungan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp4 miliar dan Rp500 juta dari masyarakat, ASN, serta PMI Kota Depok.

“Kita hari ini membawa bantuan sebesar Rp4,5 miliar. Rp4 miliar dari provinsi (Jabar) dan Rp500 juta dari Kota Depok,” ujar Dedi dalam keterangan yang dikutip media.

Dari Jawa Barat untuk Flores

Kehadiran Dedi di Labuan Bajo berlangsung ketika proses penanganan bencana di Flores masih berada dalam situasi darurat.
Gempa berkekuatan M7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah kabupaten di Flores.

Data awal BNPB mencatat 47 orang meninggal dunia pada 15 Agustus, dengan korban tersebar di Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, Ngada dan Ende. Pada saat yang sama, ratusan rumah dan sejumlah fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah serta fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan.

Namun data korban terus bergerak seiring proses pencarian dan verifikasi di lapangan.
Laporan Basarnas yang dikutip pada Jumat (21/8) mencatat 83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat dan 639 orang luka ringan, dengan total korban teridentifikasi mencapai 1.050 orang. Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling besar.

Di Kabupaten Manggarai Timur sendiri, data posko tanggap darurat yang diperbarui Jumat (21/8) mencatat 31.372 orang masih mengungsi. Angka tersebut menggambarkan betapa besar kebutuhan masyarakat terhadap makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, pelayanan kesehatan serta dukungan pemulihan.

Dedi Menuju Manggarai Timur

Setelah tiba di Labuan Bajo, rombongan Dedi Mulyadi tidak berhenti di ibu kota Kabupaten Manggarai Barat tersebut.

Dedi dan rombongan bersiap melanjutkan perjalanan menuju Manggarai Timur untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat terdampak dan mendukung proses distribusi bantuan.

Dalam perjalanan tersebut, Dedi bahkan sempat membantu seorang sopir truk logistik bantuan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengalami kendala mendapatkan solar bersubsidi di Labuan Bajo.

Truk tersebut sedang membawa bantuan menuju Manggarai Timur. Karena solar subsidi tidak tersedia dan yang tersedia adalah BBM nonsubsidi dengan harga lebih tinggi, Dedi kemudian memberikan bantuan operasional agar pengiriman logistik tidak terhambat.

Kehadiran Dedi juga dibarengi dukungan personel. BPBD Jawa Barat mengirimkan 20 personel ke NTT sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Barat untuk membantu penanganan bencana.

Di Tengah Gelombang Solidaritas Nasional
Bantuan dari Jawa Barat tersebut menjadi bagian dari gelombang solidaritas nasional yang mengalir ke Flores.

Sebelumnya, pemerintah pusat juga telah mengirimkan bantuan dan menurunkan sejumlah pejabat untuk melakukan penanganan langsung di Labuan Bajo dan Maumere. Pada 16 Agustus, pesawat TNI AU yang membawa rombongan pemerintah pusat tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Rombongan tersebut terdiri dari Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Menteri Pekerjaan Umum, Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Sosial.

Dukungan juga datang dari berbagai daerah dan lembaga. Hingga 18 Agustus 2026, Pemprov NTT mencatat dana bantuan bencana yang masuk ke rekening penampungan pemerintah daerah mencapai Rp4,359 miliar, yang antara lain berasal dari Pemprov Kalimantan Timur Rp2,5 miliar, Pemprov Maluku Rp1,5 miliar dan masyarakat umum Rp359,2 juta.

Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Kehadiran
Bagi masyarakat yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian, kedatangan kepala daerah dari luar NTT membawa pesan bahwa penderitaan akibat bencana di Flores bukan hanya menjadi persoalan masyarakat NTT.

Kehadiran Dedi Mulyadi di Labuan Bajo memperlihatkan bahwa solidaritas kebencanaan dapat melampaui batas wilayah administrasi.

Namun, tantangan terbesar setelah bantuan tiba adalah memastikan bantuan tersebut benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan.

Dengan puluhan ribu warga masih berada di pengungsian dan proses pendataan kerusakan terus berlangsung, kebutuhan masyarakat Flores tidak berhenti pada bantuan pangan dan logistik. Pemulihan rumah, fasilitas kesehatan, sekolah, infrastruktur, serta pemulihan kehidupan sosial-ekonomi warga juga menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan dukungan berkelanjutan

Karena itu, kedatangan Dedi Mulyadi dengan bantuan Rp4,5 miliar diharapkan bukan menjadi akhir dari solidaritas, melainkan awal dari dukungan yang lebih panjang bagi masyarakat Flores untuk bangkit dari bencana.

“NTT, kami datang.” Solidaritas tersebut kini diuji bukan hanya dari besarnya bantuan yang dibawa, tetapi dari sejauh mana bantuan itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang sedang berjuang di tengah bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *