Mahasiswa KKN UMK Bersama Warga Desa Inelika Restorasi Talang Air Demi Kelancaran Irigasi Sawah

SUARANTT.COM,-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) bersama masyarakat Desa Inelika, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, melaksanakan kegiatan restorasi talang air yang menjadi jalur utama pengairan menuju areal persawahan warga, Senin (4/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kerusakan talang air yang selama ini menghambat distribusi air ke lahan pertanian masyarakat. Perbaikan dilakukan secara swadaya melalui kolaborasi mahasiswa dan warga dengan memanfaatkan material lokal serta semangat gotong royong.

Koordinator KKN Desa Inelika, Paulina Uge, mengatakan restorasi talang air merupakan bagian dari implementasi program pengabdian mahasiswa yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa akan lebih bermakna ketika masyarakat dan mahasiswa berjalan bersama. Restorasi talang air bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga,” ujarnya

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebatas menjalankan program kerja KKN, tetapi juga menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
Bagi warga Desa Inelika, talang air memiliki peran vital dalam menopang sistem irigasi persawahan. Kelancaran aliran air menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan musim tanam dan menjaga produktivitas lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat.

Selama proses restorasi, mahasiswa dan warga bekerja bahu-membahu mengangkat batu, menyusun material, serta memperbaiki jalur aliran air. Suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus mencerminkan kuatnya nilai solidaritas yang masih terpelihara di tengah masyarakat pedesaan.

Mahasiswa KKN UMK berharap sinergi yang telah terbangun bersama masyarakat dapat terus dipertahankan sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan. Dengan pulihnya fungsi talang air, sistem irigasi diharapkan kembali berjalan optimal sehingga aktivitas pertanian masyarakat dapat berlangsung tanpa kendala.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Selain memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, restorasi talang air tersebut juga menunjukkan bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan solusi terhadap kebutuhan pembangunan di tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *