SUARANTT.COM,-Musik gereja tidak sekadar menjadi pengiring dalam ibadah. Lebih dari itu, musik dapat menjadi ruang pembinaan iman, karakter, kreativitas, sekaligus pengembangan talenta anak sejak usia dini.
Semangat inilah yang diwujudkan Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni Keagamaan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Jemaat GMIT Hosana Sungkaen, Kelurahan Naimata, Kota Kupang.
Dalam kegiatan tersebut, tim IAKN Kupang memberikan pembinaan musikal kepada kelompok Ansambel Ukulele Anak-anak Persekutuan Anak dan Remaja (PART) Jemaat Hosana Sungkaen.
Selama tiga hari pelatihan intensif, anak-anak dibekali berbagai keterampilan dasar bermusik, mulai dari teknik memainkan ukulele, pengenalan akord, penguasaan ritme, hingga teknik bernyanyi yang baik dan benar.
Pembinaan ini dirancang bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan musikal anak, tetapi juga menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, kepekaan terhadap musik, serta semangat melayani melalui talenta yang dimiliki.
“Pembinaan musikal anak sejak dini itu penting. Anak tidak hanya belajar memainkan alat musik, tetapi juga belajar menyanyi, mendengar, dan melayani melalui musik,” ujar salah satu anggota tim pengabdi.
Kegiatan PkM ini melibatkan tiga dosen dan satu mahasiswa, yakni Patche O. Snae, M.Sn., Hendrik Lenama, M.Sn., Imanuel Letma, M.Sn., serta mahasiswa Midian Fafo.
Meski pelatihan intensif hanya berlangsung selama tiga hari, antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi. Mereka menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, baik dalam penguasaan alat musik maupun kepercayaan diri ketika memainkan ukulele dan tampil bersama.
Menariknya, pembinaan yang dilakukan IAKN Kupang tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai. Tim pengabdi berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar kemampuan musikal anak-anak dapat berkembang dan dimanfaatkan dalam berbagai kesempatan pelayanan.
Anak-anak juga didorong untuk terlibat dalam berbagai kegiatan, baik di Jemaat Hosana Sungkaen, gereja-gereja di luar klasis, lingkungan Klasis Kota Kupang Timur, maupun kegiatan di luar gereja, termasuk pertunjukan kebudayaan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang aktualisasi bagi anak-anak agar talenta yang mereka miliki tidak hanya berkembang di lingkungan gereja, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Kami ingin anak-anak ini tidak hanya bisa bermain ukulele, tetapi juga memahami bahwa musik adalah bentuk pelayanan,” ungkap tim pengabdi.
Melalui kegiatan ini, IAKN Kupang berharap musik gereja dapat menjadi salah satu sarana strategis dalam membangun generasi muda yang memiliki kemampuan musikal, bertumbuh dalam iman, berkarakter, serta mampu mengembangkan talenta untuk melayani gereja dan masyarakat.
Pengabdian kepada Masyarakat di Jemaat GMIT Hosana Sungkaen sekaligus menegaskan bahwa investasi terhadap pembinaan anak sejak dini merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi penerus pelayanan gereja.
Sebab, ketika talenta anak dibina dengan serius, musik bukan hanya menghasilkan harmoni nada, tetapi juga membentuk harmoni kehidupan.
