Dari Tanah Papua, Aktivis Muda Susana Kandaimu Titip Harapan untuk Kapolri Suyudi: “Polisi Harus Menjadi Jembatan Keadilan”

SUARANTT.COM,-Harapan terhadap wajah baru Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) datang dari tanah Papua. Aktivis muda asal Bumi Cenderawasih, Susana Florita Kandaimu, menitipkan sejumlah harapan kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto agar institusi kepolisian semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menghadirkan rasa keadilan hingga ke wilayah-wilayah paling jauh di Indonesia.

Bagi Susana, perubahan kepemimpinan di tubuh Polri harus menjadi momentum untuk memperkuat pembenahan internal sekaligus memperluas orientasi pelayanan publik.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya dituntut membangun tata kelola organisasi yang baik, tetapi juga memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat.

Perempuan muda Papua yang tumbuh dalam dunia aktivisme itu menilai wilayah timur Indonesia, termasuk Papua, memiliki kebutuhan yang kuat terhadap penegakan hukum yang adil, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Institusi kepolisian itu jembatan keadilan. Karena itu, jembatan tersebut perlu diperkuat agar keadilan tidak runtuh dan masyarakat tidak kehilangan kepercayaan,” ujar Susana kepada media ini, Jumat, 2 Oktober 2026.

Mantan Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas periode 2024–2026 itu mengatakan, posisi Polri sangat strategis dalam kehidupan bernegara.

Kepolisian berada di garis depan dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta penegakan hukum kepada masyarakat.

Karena itu, menurut Susana, kualitas hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu ukuran penting dalam melihat wajah institusi kepolisian.

Ia berharap kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dapat membawa Polri semakin terbuka terhadap kritik, semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta memperkuat pelayanan hingga ke daerah-daerah yang selama ini menghadapi tantangan dalam memperoleh akses keadilan.

“Polri harus hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan penindakan hukum, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, kepastian hukum dan rasa keadilan,” katanya.

Susana juga menyoroti adanya persepsi di sebagian masyarakat yang mempertanyakan kedekatan institusi kepolisian dengan kekuasaan. Menurut dia, persepsi tersebut perlu dijawab melalui kerja nyata, profesionalisme, transparansi, dan keberpihakan pada kepentingan hukum serta masyarakat.

Ia menegaskan, kritik terhadap institusi kepolisian seharusnya tidak selalu dipandang sebagai bentuk perlawanan. Sebaliknya, kritik publik dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki institusi negara.

“Kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui slogan. Kepercayaan lahir ketika masyarakat melihat hukum ditegakkan secara adil dan polisi hadir untuk semua,” ujar Susana.

Dari tanah Papua, Susana berharap perubahan kepemimpinan di tubuh Polri tidak berhenti pada pergantian figur di pucuk pimpinan. Lebih dari itu, ia berharap lahir perubahan dalam cara institusi melihat dan melayani masyarakat, terutama mereka yang berada jauh dari pusat kekuasaan.

Bagi aktivis muda tersebut, wajah Polri yang dekat dengan rakyat akan menjadi modal penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan hukum benar-benar menjadi instrumen keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Susana pun menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Ia berharap amanah baru tersebut dijalankan dengan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara serta mampu menghadirkan institusi kepolisian yang profesional, humanis, terbuka terhadap kritik, dan semakin dekat dengan masyarakat.

“Selamat bertugas dan mengemban tanggung jawab. Semoga kepemimpinan baru ini membawa Polri semakin dekat dengan rakyat dan semakin kuat dalam menjaga keadilan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *