Yohanes Tola Deklarasikan Kesiapan Maju sebagai Calon Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2026–2028

SUARANTT.COM,-Calon Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Periode 2026–2028. Melalui gagasan

“PMKRI OTW Lebih Baik”, Yonas menawarkan arah kepemimpinan yang berorientasi pada penguatan kaderisasi, pembenahan tata kelola organisasi, pendampingan cabang, serta penguatan jejaring alumni sebagai fondasi keberlanjutan PMKRI.

Menurut Yonas, PMKRI telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan bangsa melalui kader-kadernya yang hadir di berbagai bidang pengabdian. Namun, dinamika zaman menuntut organisasi untuk terus melakukan pembaruan agar tetap relevan sebagai ruang pembentukan pemimpin muda yang kritis, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“PMKRI memiliki sejarah yang panjang dan nilai perjuangan yang kuat. Tugas kita hari ini bukan hanya menjaga warisan itu, tetapi memastikan PMKRI terus bertumbuh, semakin dekat dengan kader, semakin profesional dalam pengelolaan organisasi, dan semakin berdampak bagi Gereja, bangsa, dan masyarakat,”ujar Yonas.

Berangkat dari Pengalaman Organisasi dan Dunia Profesional

Perjalanan kepemimpinan Yonas dimulai ketika dipercaya sebagai, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik (PMK) Institut Teknologi Yogyakarta Periode 2021–2022.

Dalam masa kepemimpinannya, ia aktif membangun budaya organisasi, memperkuat solidaritas mahasiswa, serta mengembangkan ruang-ruang kaderisasi di lingkungan kampus.

Komitmen tersebut berlanjut saat ia dipercaya menjadi Ketua Presidium PMKRI Cabang Yogyakarta Santo Thomas Aquinas Periode 2023–2024

Bersama jajaran pengurus, Yonas mendorong penguatan kaderisasi, konsolidasi organisasi, pengembangan forum-forum intelektual, serta memperluas kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat.

Selain aktif di dunia profesional, Yonas juga menulis opini mengenai isu kepemudaan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusinya dalam membangun ruang diskursus publik.

Menjawab Tantangan PMKRI Hari Ini

Yonas menilai bahwa PMKRI menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dijawab secara bersama. Di antaranya adalah belum meratanya basis kaderisasi di kampus, masih adanya cabang yang mengalami kevakuman, perlunya penguatan tata kelola organisasi, belum optimalnya konsolidasi jaringan alumni, serta pentingnya menciptakan ruang yang lebih terbuka bagi kader-kader potensial dari seluruh Indonesia untuk mengambil bagian dalam kepemimpinan organisasi.

Baginya, tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui pergantian kepemimpinan, tetapi memerlukan perubahan cara mengelola organisasi agar lebih profesional, inklusif, dan berorientasi pada penguatan kader.

Visi

Berangkat dari pengalaman organisasi dan pembacaan terhadap kebutuhan PMKRI saat ini, Yonas menawarkan visi:

“Mewujudkan PMKRI sebagai organisasi kader yang berakar kuat di kampus, profesional dalam tata kelola, solid dalam jejaring nasional, serta menghadirkan kepemimpinan yang berlandaskan meritokrasi demi keberlanjutan perjuangan PMKRI.”

Lima Agenda Prioritas

Untuk mewujudkan visi tersebut, Yonas menawarkan lima agenda strategis.

Pertama, PMKRI Masuk Kampus

Melalui gerakan ini, Yonas ingin mengembalikan kampus sebagai basis utama kaderisasi PMKRI dengan mendorong pembentukan komisariat di berbagai perguruan tinggi serta menyusun standar nasional mengenai tata kelola komisariat sebagai pedoman bersama.

Kedua, memperkuat pendampingan cabang.

Pengurus Pusat diharapkan hadir secara aktif mendampingi cabang-cabang, khususnya yang mengalami kevakuman, melalui penguatan peran Komisariat Daerah (Komda), sistem monitoring yang berkelanjutan, serta komunikasi organisasi yang lebih terbuka dan responsif.

Ketiga, memperkuat jejaring alumni PMKRI.

Yonas berkomitmen melanjutkan proses pendataan alumni secara nasional sebagai fondasi untuk membangun sinergi antara kader aktif dan alumni dalam mendukung kaderisasi, pengembangan organisasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Keempat, merevitalisasi tata kelola Pengurus Pusat PMKRI.

Menurutnya, Pengurus Pusat harus menjadi teladan dalam membangun budaya organisasi yang profesional, disiplin, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.

Kelima, membuka ruang seluas-luasnya bagi kader terbaik dari seluruh Indonesia untuk berproses di Pengurus Pusat.

Kesempatan tersebut akan dibangun berdasarkan prinsip meritokrasi dengan menempatkan kader sesuai kompetensi, integritas, dan kapasitasnya, sejalan dengan prinsip “The right person in the right place”.

“PMKRI OTW Lebih Baik”

Bagi Yonas,”PMKRI OTW Lebih Baik”bukan sekadar slogan pencalonan, melainkan ajakan bagi seluruh kader untuk membangun organisasi yang terus belajar, terus berbenah, dan terus bertumbuh.

Ia meyakini bahwa masa depan PMKRI tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi juga oleh sejauh mana seluruh kader mampu membangun budaya organisasi yang sehat, saling menguatkan antar cabang, dan menjadikan kaderisasi sebagai jantung perjuangan organisasi.

“Saya percaya PMKRI akan semakin kuat apabila seluruh kader merasa memiliki ruang untuk bertumbuh, setiap cabang mendapatkan perhatian yang setara, dan setiap proses organisasi dijalankan secara profesional serta berlandaskan semangat pelayanan. Kongres adalah momentum untuk memperkuat persaudaraan, mempertemukan gagasan, dan bersama-sama menentukan arah masa depan PMKRI.”

Menjelang Kongres PMKRI, Yonas mengajak seluruh kader di berbagai cabang untuk menjadikan proses demokrasi organisasi sebagai ruang adu gagasan dan konsolidasi bersama. Menurutnya, PMKRI membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul keberagaman pengalaman cabang, memperkuat kualitas kaderisasi, dan memastikan organisasi tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *