SUARANTT.COM,-Aksi solidaritas ditunjukkan oleh seorang bidan yang juga dikenal sebagai konten kreator, Nia Awangg, dengan menyalurkan bantuan donasi kepada keluarga korban musibah kebakaran di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Donasi tersebut berhasil dihimpun melalui jejaring media sosial dan mendapat perhatian luas publik setelah dibagikan melalui akun Facebook Medan yang kerap memproduksi konten sosial. Total dana yang terkumpul dari para donatur mencapai Rp23.892.613.
Dalam proses penyaluran, dana tersebut disepakati untuk dibagi menjadi dua bagian utama bersama pihak keluarga dan pendamping. Sebanyak 30 persen atau Rp7.167.784 diserahkan langsung kepada keluarga untuk membantu kebutuhan mendesak, seperti biaya pemakaman dan kebutuhan harian pasca musibah.
Sementara itu, 70 persen lainnya sebesar Rp16.724.829 dialokasikan untuk masa depan dua anak yang terdampak, yakni Tian dan Gio. Dari jumlah tersebut, sebagian telah digunakan untuk pembelian satu unit telepon genggam senilai Rp1.819.000 guna memudahkan komunikasi antara anak-anak dengan para donatur yang masih ingin memberikan bantuan lanjutan.
Dengan demikian, sisa dana yang disimpan sebagai tabungan untuk Tian dan Gio saat ini sebesar Rp14.905.829.
Nia Awangg menegaskan bahwa seluruh dana yang terkumpul merupakan donasi murni tanpa potongan biaya operasional, transportasi, konsumsi, maupun kepentingan pribadi. Ia juga berkomitmen menjaga transparansi dengan menyediakan laporan lengkap berupa mutasi rekening serta rincian pemasukan dan pengeluaran kepada para donatur, baik melalui grup WhatsApp maupun secara langsung.

Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai respons atas tragedi kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur. Peristiwa tersebut merenggut nyawa empat orang, yakni Kristanto Huruday (33), istrinya Elisabeth Utu Lendi (30), anak mereka Stella Ndah Ngana (9), serta seorang keponakan, Aneta Widiantary Padji Tuka (2).
Berdasarkan informasi kepolisian, kebakaran diduga dipicu oleh api dari tungku yang berada di bawah lapak jualan milik keluarga tersebut.
Inisiatif yang dilakukan Nia Awangg menunjukkan bagaimana peran individu, khususnya melalui platform digital, mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain sebagai bentuk empati, langkah ini juga menjadi contoh praktik transparansi dalam pengelolaan donasi publik.
