UARANTT.COM,-Stevano Rizki Adranacus Aggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia DPR RI, komisi X dari fraksi PDI Perjuangan, menjawab pergumulan panjang para guru dan siswa terhadap infrastruktur pendidikan yang rusak di SD GMIT Bokong, kabupaten Kupang dengan mengirim tim survei ke lokasi sekolah.
Dalam pantauan media ini, tenaga ahli TA Stevano Rizki Adranacus, yang berada didaerah lansung diperintahkan untuk turun ke sekolah tersebut pada 14 Maret 2026 setelah mendapat kabar, viral di media terkait kerusakan gedung sekolah tersebut.
Langka cepat yang dilakukan politisi PDI Perjuangan ini, dijelaskan Melsi Julia Bunga selaku koordinator ruma aspirasi Stevano bahwa dirinya bersama tim diutus ke sekolah mengecek secara teknis agar segera diberi bantuan perbaikan atau membangun gedung baru bagi para siswa yang merupakan generasi penerus bangsa.
Melsi Julia Bunga mengungkap bahwa, setelah mendengar kabar terkait kerusakan sekolah, secara struktur partai maupun organisasi sayap dan rumah aspirasi berkomunikasi aktif membahas sekolah dasar SD GMIT Bokong sebab sekolah tersebut lokasinya berada di pinggiran ibu kota provinsi NTT yakni kota kupang namun kondisinya memprihatinkan.
Dan Untuk diketahui SD GMIT Bokong ini didirikan pada tahun 1922 yang artinya sudah berusia 102 Tahun dan telah melahirkan banyak pemimpin termasuk mantan wakil gubernur NTT Eston Foenay yang kini menjabat lagi sebagai anggota DPR RI dari fraksi Gerindra adalah alumni dari sekolah dasar SD GMIT Bokong.
Koordinator rumah aspirasi Stevano ini juga menyampaikan rasa keprihatinan karena sekolah dasar yang telah melahirkan banyak pemimpin luput dari perhatian pemerintah daerah Dan yayasan.
”Kita prihatin karena informasinya sekolah ini berdiri sejak Indonesia belum merdeka dan sampai Indonesia merdeka tetapi rasanya disini belum merdeka,”bebernya saat ditemui media.
Melsi Bunga menyebut, bahwa biasanya yang disorot oleh media adalah sekolah-sekolah didaerah terpencil seprti Amfoang dan Fatuleu, namun ternyata ada juga sekolah-sekolah di pintu masuk kota yang masih kesulitan dalam infrastur.
Menurutnya sebagus apapun suprastruktur yang disiapkan negara tidak akan maksimal dalam proses belajar mengajar, sebab infrastruktur dan suprastruktur pendidikan adalah dua komponen yang tidak bisa dipisahkan.
Menjawab persoalan disekolah tersebut, Melsi bunga menjelaskan bahwa, rumah aspirasi Stevano adalah bagian dari tim pelaksana aspirasi Stevano yang kini berada di komisi X. Dan memiliki program pendidikan yakni PIP dan juga revitalisasi infrastruktur gedung sekolah. Sehingga akan membantu untuk memberi bantuan dan dukungan dalam memperkuat infrastruktur gedung sekolah di SD GMIT Bokong.
“Kami dari rumah aspirasi Stevano hari ini turun survei lokasi dan tentu akan sampaikan laporan ini ke pak Stevano,”ujarnya.
Selain itu, Melsi Bunga juga meminta data siswa-siswi yang belum terdata sebagai penerima manfaat PIP di sekolah tersebut untuk dimasukan dalam data penerima beasiswa.
Merespon hal itu, ketua komite SD GMIT bokong Salmun mengatakan sangat bersyukur dan berterimakasih sebab, Komite bersama pihak sekolah sudah berupaya membangun komunikasi ke yayasan maupun pemerintah namun smapai saat ini belum ada respon untuk memperbaiki gedung yang rusak.
”Memang selama ini kami bersama dengan pihak sekolah berkoordinasi dengan pihak-pihak tertentu terkait dengan keadaan gedung, hanya sampai dengan detik ini belum ada bantuan, “ujarnya
Salmun juga mengatakan, telah berupaya bersama dengan orang tua murid untuk membangun gedung sekolah dan pagar namun belum maksimal karena kondisi keterbatasan keuangan dan ekonomi orang tua murid.
“Kami mencoba bersama-sama dengan orang tua murid namun karena keterbatasan sehingga kami berharap ada perhatian dari pemerintah maupun yayasan,”ungkap Salmun.

