Penanaman 100 Bibit Mangrove di Pantai Kapihak, KKN-PPM UGM Dukung Kelestarian Pesisir Desa Mondu

Berita55 Dilihat

SUARANTT.COM,-Mahasiswa Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Bentang Kanatang melaksanakan aksi penanaman 100 bibit mangrove di Pantai Kapihak, Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah Desa Mondu.

Dalam kegiatan itu, Tim KKN-PPM UGM Bentang Kanatang menyiapkan 100 bibit mangrove untuk ditanam sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam penghijauan kawasan pesisir Desa Mondu. Proses penanaman dilakukan bersama masyarakat desa dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.

Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dokumentasi kegiatan
Dokumentasi kegiatan

Kegiatan penanaman mangrove turut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Dr. Septiana Dwiputri Maharani, S.S., M.Hum., Camat Kanatang, Kepala Desa Mondu beserta jajaran, serta perwakilan masyarakat Desa Mondu.

Selain melakukan penanaman, Tim KKN-PPM UGM Bentang Kanatang juga berkolaborasi dengan Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur Wilayah V. Instansi tersebut turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana dan pentingnya menjaga kawasan pesisir melalui pembagian pamflet informatif.

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait dinilai menjadi bagian penting dalam membangun upaya konservasi lingkungan yang berkelanjutan.

Sinergi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa perlindungan kawasan pesisir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena masyarakat merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan lingkungan dan kawasan pesisir tersebut.

Pemilihan Pantai Kapihak sebagai lokasi kegiatan didasari oleh posisi kawasan tersebut yang dinilai rentan terhadap ancaman erosi dan abrasi pantai. Selain itu, ekosistem mangrove di kawasan tersebut membutuhkan dorongan pemulihan agar dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai benteng alami terhadap potensi bencana pesisir di Desa Mondu.

“Penanaman 100 bibit mangrove ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang menanam kesadaran dan membangun komitmen bersama untuk menjaga pesisir. Kami berharap bibit yang telah ditanam dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Desa Mondu dalam jangka panjang,” ujar Isnarul Mirza, perwakilan Tim KKN-PPM UGM Bentang Kanatang.

Sebanyak 100 bibit mangrove yang telah ditanam di Pantai Kapihak diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi bagian dari benteng alami kawasan pesisir Desa Mondu.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya kepedulian dan aksi kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir. Dengan demikian, keberlanjutan ekosistem mangrove dan sumber daya laut di kawasan tersebut dapat terus terjaga bagi generasi mendatang.

Penulis: Dzulfana N & Nurhaliza P
Editor: Melianus Alopada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *